Jayapura, Nokenlive.com – Ketika sejumlah daerah telah meangajukan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota Jayapura tidak akan mengajukan pemberlakuan PSBB diwilayah, meski jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Jayapura terus meningkat mencapai 22 orang.
Kepada wartawan Senin (13/04) Walikota Jayapura Benhur Tomy Mano (BTM) menuturkan, pemerintah Kota Jayapura tidak mengajukan PSBB ke Kementrian Kesehatan RI karena berbagai pertimbangan sosial.
Memang untuk membelakukan PSBB di Kota Jayapura tidak mudah karena kita mempertimbangankan berbagai aspek, karena PSBB itu banyak hal yang harus di lakukan, kata BTM.
“Contoh ojek tidak boleh jalan karena tidak boleh gonceng, taksi jumlah penumpang dibatasi, dibatas Kota ada swiping yang tidak berkepentingan dilarang masuk, masukpun harus melalui pemeriksaan mulai dari masker, rapit tes dan lainnya,” tutur Walikota Jayapura.
Menurut BTM semua upaya sudah dilakukan untuk melawan virus ini, dokter, perawat, laboratorium, farmasi, kesling, sudah berjuang untuk menangani ini secara baik.
Lanjut BTM, Tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 juga sudah bekerja maksimal dalam melakukan upaya-upaya pencegahan di Kota Jayapura.
“Saya mau ucapkan terima kasih kepada tenaga medis dan tim gugus tugas yang sudah bekerja maskimal, yang sudah melayani dengan tulus iklas” ungkap Wali Kota.
Saat ini kata BTM, kita perang dengan sesuatu yang tidak kitalihat, orang sekarang takut covid karena bisa mati atau orang lapar juga bisa mati dampak dari covid.
“Saya berusaha atasi dua hal ini, bagi saya hukum tertinggi adalah menangani hak asasi manusia, penyelamatan jiwa manusia adalah perioritas penting dan yang paling utama,” ungkap BTM.
Tokoh-tokoh agama terus berdoa supaya virus ini cepat berlalu. LMA dan para ondoafi akan membuat ritual adat untuk mengusir bala ini dari Negri Port Numbay, dengan cara mereka masing masing.
Mereka akan bicara dengan bahasa mereka dikampung, seperti dulu orang orang tua mereka buat dulu seperti wabah menimpa negri ini, dengan cara mereka masing masing, semua langka kita buat utk mencegah virus ini.
“Saya juga memberi semangat ke para pasien bawha mereka pasti sembuh, jangan takut kerumah sakit, edukasi masyarakat stay at home, jangan takut kalau ada pemakaman jenazah karena rumah sakit sudah tanggani sesuai prosedur WHO,” kata BTM.
(Jack)





Apa komentar anda ?