WAMENA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mulai memutar strategi pembangunan setelah dana Otonomi Khusus (Otsus) mengalami penurunan signifikan. Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Otsus Tahun 2027 yang digelar di Hotel Baliem Pilamo, Senin (27/4/2026).
Forum yang dibuka Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, tersebut menjadi momentum penyusunan arah pembangunan baru dengan menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi kerakyatan.
Kepala Bappeda Papua Pegunungan, Marthen Kogoya, menjelaskan Musrenbang difokuskan pada sinkronisasi program delapan kabupaten agar selaras dengan kebijakan provinsi dan nasional.
“Semua program dari kampung hingga kabupaten kita padukan di tingkat provinsi supaya tidak tumpang tindih dan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah mengalihkan prioritas pembangunan dari proyek fisik ke sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dukungan terhadap pendidikan, mulai dari sarana-prasarana hingga bantuan untuk sekolah dan perguruan tinggi, menjadi fokus utama.
Selain itu, program pemberdayaan UMKM juga diperkuat, termasuk pemberian modal usaha bagi mama-mama Papua dan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) guna menjaga daya beli dan perputaran ekonomi lokal.
Namun demikian, tantangan besar muncul setelah dana Otsus turun drastis dari sekitar Rp1,2 triliun menjadi Rp563 miliar. Dampaknya, pembangunan infrastruktur baru praktis tidak dapat dilakukan.
“Dengan kondisi ini, kita prioritaskan menyelesaikan proyek yang sudah berjalan. Pembangunan baru sangat terbatas,” kata Marthen.
Melalui Musrenbang 2027, Papua Pegunungan diharapkan mampu menyusun strategi pembangunan yang realistis di tengah tekanan fiskal, dengan menempatkan SDM dan ekonomi rakyat sebagai fondasi utama menuju kesejahteraan masyarakat.
(Tundemin/Redaksi)





Apa komentar anda ?