Jayapura, Nokenlive.com – Peristiwa Jumat Agung 10 april 2020 tahun ini tidak seperti biasanya yang dirayakan secara bersama dengan hikmat dan meriah di mimbar mimbar Gereja.
Virus Corona yang mendunia telah meruntuhkan kebersamaan, membangun jarak antara sesama, kursi- kursi gereja mulai sepi.
Yang terjadi, Litani pujian bersahut sahutan di setiap pintu keluarga.
Virus Corona menyatukan kembali kerenggangan dalam keluarga, mimbar-mimbar doa keluarga yang terbelenggu oleh dosa dirobohkan dan dipulihkan, dieratkan kembali,
Situasi seperti ini sebagai Orang Percaya harus bisa mengendalikan diri dan menahan emosi, kesabaran, ketabahan, ketegaran dalam menghadapi situasi ini.
Mungkin Tuhan mengizinkan situasi ini, agar setiap kita tidak mencari-Nya di rumah ibadah, tetapi di rumah kita dan di setiap hati yang sepi merindukan, mencari dan menemukan-Nya tiap hari di dalam doa.
Situasi ini juga seolah kita saling mengucilkan, banyak yang sampai menghakimi, dan menelantarkan satu dengan lain.
Jaga fisik boleh di renggangkan demi menjaga kesehatan diri dan keluarga tetapi ikatan- ikatan Sosial Kekeluargaan jangan menjadi renggang.
Dengan kata lain Jaga jarak dengan penyakit tetapi bukan dengan kemanusiaan.
Salam dari BTM
(Berkat Terus Mengalir)
Untuk teman teman nasrani, yang setia menulis, tanpa mengenal lelah, melewati waktu, dalam keadaan hujan maupun panas.
Karena Sumber Berita itu Penting
Amien…
(Redaksi)





Apa komentar anda ?