Jayapura, Nokenlive.com – Mananggapi pernyataan Mentri Dalam Ngeri (Mendagri) Tito Karnaviandi Jakarta yang menolak Papua ditutup akses, anggota DPRP asal partai Demokrat Emus Gwijangge, ST, meminta mendagri untuk menghargai keputusan Papua demi keselamatan jiwa orang banyak.
Hal tersebut di ungkapkan Emus Gwijangge kepada wartawan, Rabu (25/03) di Jayapura, menurut Emus, keputusan ini adalah keputusan bersama Forkopimda dan mendapat persetujuan dari DPRP Papua 100 persen.
“Saya pikir ini keputusan bersama dan DPRP setujui itu dan ini hanya berlaku 14 hari, sehingga Mendagri tidak perlu kuatir karena ini demi keselamatan jiwa orang banyak,” kata Emus Gwijangge.
Keputusan ini di ambil karena rata-rata mereka yang masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berasal dari luar Papua yang baru datang dari luar Papua sehingga di sepakati di tutup sementara.
Penutupan ini sebagai memutus rantai penyebaran virus Covid-19 antar orang perorang di Papua mengingat budaya orang Papua yang selalu bersalaman, berpelukan dan berkumpul itu sangat kental karena jika seorang tertular maka dipastikan dalam sehari bisa menyebar dengan cepat.
“Data pertanggal 22 Maret 2020 terdapat PDP 13 orang dan ODP 478 dan terbaru di merauke 3 orang sudah positif, ini sangat memprihatinkan, dan artinya Virus Corona dapat tertularkan 50-100 orang dalam sehari saja,” ungkap Emus Gwijangge.
Lanjut Kondisi Geografi di Papua yang sulit dengan alat dan tenaga medis yang terbatas ini menjadi ancaman serius untuk warga di Papua, terutama warga Papua yang ada di pegunungan tengah Papua.
Untuk itu kata Emus, dirinya telah menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo dan mohon agar Presiden Joko Widodo memahami kondisi Papua yang berbada dengan provinsi lain, kami bukan bicara politik tapi kami bicara demi keselamatan jiwa orang banyak.
(Jack)





Apa komentar anda ?