Jayapura, Nokenlives.com — Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Jayapura meminta kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai untuk meninjau tempat terbakarnya Asrama Mahasiswa Nabire di Kamkey di Jayapura.
“Pemerintah harus meninjau langsung di lokasi terbakarnya asrama Nabire di Jayapura untuk memastikan bagian mana yang terbakar untuk memperkuat data agar subsidi bantuan bisa segera implemetasikan, karena tempat tinggal mereka (para mahasiswa) sudah tidak berguna lagi sehingga kami sangat berharap segera membangun atau mengrenovasi asrama Nabire.
Hal demikian dikatakan Ketua PMK RI Cabang Jayapura, Wakol Yelipele kepada wartawan saat di temui di ruang kerjanya, di Jayapura, Rabu, (23/10).
Asrama mahasiswa Nabire di Kamkey, Tanah Hitam, di Jayapura yang dikabarkan terbakar pada minggu lalu, di duga arus pendek. Tempat tinggal satu-satunya mahasiswa asal Nabire, Dogiyai dan Deiyai bahkan mahasiswa meepago secara umum ini dimakan si jago merah, sehingga pemerintah Meepago diminta untuk segera merenovasi Asramanya.
“Kebakaran yang terjadi pada hari minggu lalu ini membuat penghuni tengah mengalami kemogokan aktivitas mereka sebagai mahasiswa diantara, kehilangan tempat tinggal, Ijasah mereka ikut terbakar, leptop dan komputer pun terbakar habis sehingga saat ini mereka tengah membutuhkan perhatian pemerirntah serta kompensasinya,”jelasnya.
Terkait itu ketika ditanya soal kebutuhan mahasiswa saat ini di Asrama Kamkey, salah satu penghuni Asrama, Petrus Kotouki mengatakan, saat ini pihaknya sedang membutuhkan Makanan, Minuman dan Pakaian layak dipakai karena semua aset mereka ikut terbakar habis.
“Barang-barang kami ikut terbakar habis habisan dan yang tinggal pakaian dibadan saja. Oleh karena itu, jika pemerintah peduli dengan mahasiswa, maka tolong kami untuk menyediakan Sembako. Paling pertama yang kami butuhkan saat ini adalah renovasi Asrama, makanan, dan pakaian untuk kami,”ujar Petrus.
(Thiand)





Apa komentar anda ?