Serui, Nokenlive.com – Dalam sambutan Ketua IGTKI ( Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia ) kabupaten yapen Dwi Siswandani jelaskan pendidikan taman kanak-kanak merupakan lembaga pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal dan guru taman kanak-kanak merupakan pelaksana utama pendidikan yang menghimpun dirinya kedalam satu organisasi.
“guru sebagai ujung tombak pelaksana pembangunan pendidikan di tuntut memiliki integritas dan kemampuan profesional yang tinggi agar mampu melaksanakan pengandiannya dalam mencerdaskan anak usia TK sebagai penerus bangsa”.terangnya yang bertempat di hotel merpati serui.Kamis (3/10).
Lanjutnya IGTKI-PGRI sanantiasa berupaya membina dan meningkatkan harkat serta martabat guru TK melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan.
Selaku ketua ia jelaskan untuk anggota IGTKI-PGRI di yapen sebanyak 14 TK/RA yang terdiri dari 12 TK di distrik yapen selatan, 1 TK berada distrik angkaisera, serta untuk distrik yapen timur ada 1 TK dengan jumlah guru TK yang berstatus PNS sebanyak 28 orang guru, sedangkan untuk guru yang di angkat dengan kategori 2 ada 14 orang guru dan yang berstatus non PNS berjumlah 73 orang.ungkapnya.
Untuk itu kegiatan yang mengambil tema “Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia ( IGTKI-PGRI ) organisasi profesi Guru TK yang menyiapkan Generasi Mileniel di era revolusi Industri 4.0” ini, di harapkan agar semangat dari para guru TK, anggota maupun pengurus IGTKI-PGRI terus menggelora dan senantiasa berada di baris terdepan dalam menunjang serta mensukseskan program pemerintah dalam bidang pendidikan anak usia dini.
Sementara itu Bupati yapen Tonny Tesar, dalam hal ini Kepala Dinas P&K pada sambutan tertulisnya katakan, eksistensi IGTKI-PGRI di yapen selama 69 tahun ini perlu di hormati sebagai wadah penguatan terhadap kelangsungan pendidikan anak-anak pada usia dini sebelum meranjak ke jenjang pendidikan selanjutnya.
“tentunya banyak upaya yang telah di lakukan oleh IGTKI-PGRI di yapen dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi terlebih bagi pendidikan anak-anak”.ucap Saskar.
Untuk itu selaku pemerintah juga sampaikan memberikan dukungan serta apresiasi sebagai bagian untuk memajukan pendidikan pada level taman kanak-kanak. “upaya yang dilakukan adalah membenahi dalam kepengurusan IGTKI-PGRI demi pendidikan taman kanak-kanak”.
Di tempat terpisah Ketua IGTKI Prov.Papua Florence Adolte Boray kepada media sampaikan bahwa ia menitip pesan kepada pemerintah daerah juga kepada dinas P&K agar dimana nantinya ada formasi penerimaan PNS agar dapat merekrut beberapa guru yang sampai saat ini masih berstatus guru honor. “ya saya harap ada beberapa guru di angkat dalam penerimaan PNS nantinya karena mereka telah berjuang untuk pendidikan juga agar dapat mengurangi beban dalam kehidupan terlebih dalam hal ekonomi”. Harapnya.
Di lanjutkan semua yang di minta ini juga untuk dapat lebih menghargai guru-guru dalam arti UMP di papua yang mendekati angka 3 juta kenapa tidak dapat memberikan mereka ( guru honor ) sekitar 2 juta atau mendekati 3 juta. “mereka sama, mereka juga manusia yang harus hidup dalam memenuhi kebutuhan dalam keluarga”.
Kegiatan yang di hadiri oleh para guru-guru TK ini serta tamu undangan, dimana tujuan lain kegiatan ini adalah menyampaikan pertanggung jawaban PD II IGTKI-PGRI, membahas program kerja dan memilih pengurus PD II IGTKI-PGRI masa bakti 3 tahun 2019-2024.
(Eman)





Apa komentar anda ?