Jayapura,Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua dalam masa kepepimpinan Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP,.MH dan Wakil Gubernur Klemen Tinal, S.E,.MM telah meneguhkan komitmen bersama untuk Papua Go Internasional.
“Papua Go Internasional mengandung makna yang amat penting yaitu kita ingin Papua ini benar-benar diperhitungkan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga didunia dan dalam Papua Go Internasional itu hendaknya mengandung nilai-nilai yang mau dikembangkan di Papua.
Hal itu disampikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua, Muhammad Musaad kepada nokenlive.com Senin, (26/8/2019).
Pemerintah menilai, setidaknya ada empat nilai yang perlu dipahami oleh para setiap stakeholder yaitu Gotong Royong, nilai, religious dan profesionalisme.
“Makna yang mengandung gorong royong ini membutuhkan kehadiran dan kebersamaan,”ungkapnya.
Makna yang kedua “Niilai” adalah yang mengandung integritas. Ada komitmen dan pronsip kita untuk saing menjadi ASN, kita harus tunduk dan patut kepada semua nilai dan aturan yang ada
“Ini pilihan hidup kita untuk ASN, maka resiko seperti, jika menjadi pemerintah atau ASN, maka harus ada hak dan kewajiban. Kewajiban kita ikut apel, kerja dengan baik, pulang kantor sesuai waktunya, kinerja kita dapat diperhitungkan, kita dapat gaji, dapar intensif. Oleh karena itu, jangan menuntut hak tetapi kewajiban kita,”jelas Musaad.
Terkait itu, menurutnya, harus menjadi keseimbangan antara hak dan kewajiban. Bahkan yang terbaik adalah mengutamakan kewajiban dan kemudian menuntut hak merupakan suatu integritas.
“Melalui komitmen Papua Go Internasional yang memiliki makna besar itu, untuk implementasiannya, ASN diminta harus bekerja sungguh-sungguh, tidak melakukan hal- hal negative diluar aturan yang berlaku,”harapnya.
Yang ketiga adalah religious. Terkait itu, kami sudah sepakat bahwa Papua ini sudah ditopang oleh tiga kekuatan besar yaitu Kekuatan Agama, Hukum Adat dan Hukum Pemerintah.
“Sebagai umat yang beriman pasti tahu bahwa agama apa pun pasti mengajarkan kita untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan penuh tanggungjawab,”ungkapnya.
Yang ke empat adalah Profesionalisme. Profesional bekerja sesuai dengan tugas dan posisinya masing-masing dan harus mencintai tugas kita.
“Dimana kita berada atau bekerja, kita harus mencintai tugas kita, maka semuanya pasti berjalan lancar,”tandasnya.
Dirinya meminta, ASN harus datang di kantor dan melaksnakan tugasnya. Tidak ada alasan lagi bahwa Papua kondisi tidak aman.
“Papua aman-mana saja ini. Jangan pemalas ya, karena pada dasar sudah malas jadi momentung ini digunakan juga sebagai dasar untuk tidak hadir sangat salah dan keliru,”ujarnya.
(Thiand)





Apa komentar anda ?