Jayapura, Nokenlive.com – Puluhan Pemuda Paparisa di tanah Papua bersama Ikatan Pemuda Porto Jayapura (IPPJ) menggelar aksi bersih-bersih, Sabtu (23/2/2019).
Kegiatan yang dipusatkan di terminal dan taman Mesran ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 109 Kota Jayapura pada 7 Maret dan Injil masuk di Tanah Tabi. 10 Maret serta Hari Peduli Sampah Nasional (HPN) yang jatuh pada 21 Februari 2019.
Ketua PB Pemuda Paparisa Fransisko Hitijahubessy, Wakil Ketua Risad Tatuhey, Sekertaris Umum Dedy Pattiwael dan penasehat, Tomy de Fretes, serta personel kedua organisasi itu terjun langsung dalam aksi tersebut.
Taman dan terminal Mesran menjadi sasaran aksi dua organisasi asal Maluku ini karena masyarakat yang sering mangkal di lokasi itu seenaknya membuang sampah.
“Bahkan botol-botol minuman keras seperti bir dan vodka juga ikut bercampur dengan sampah,” ungkap Ketua BP Pemuda Paparisa di tanah Papua, Sisko Hitijahubessy seusai aksi.
Lanjutnya, apa yang dilakukan ini juga mengacu kepada Peraturan Daerah Kota Jayapura Nomor 15 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan kebersihan.
“Karena selaku warga Kota Jayapura baik itu Pemuda Paparisa maupun pemuda Porto, harus menunjukan bahwa kami ikut peduli dengan kebersihan,” sambungnya.
Sisko juga mengaku kesal dengan oknum masyarakat yang sering mangkal di terminal Mesran dan mengkonsumsi miras bahkan seenaknya membuang botol minuman di lokasi itu.
“Ini menjadikan pemandangan yang tidak bagus, apalagi lokasi terminal dan taman Mesran berada di pusat kota,” kecamnya.

Sisko mengaku, aksi bersih-bersih ini nantinya akan menjadi salah satu program dari kedua organisasi dan akan digelar pada setiap momen untuk membersihkan kota.
Sisko juga menjelaskan alasan pihaknya menggandeng pemuda Porto Jayapura dalam aksi ini guna mempererat tali persaudaraan.
Sekretaris Umum BP Paparisa di tanah Papua, Dedy Pattiwael juga menambahkan, kegiatan hari ini dalam rangka mendukung kebijakan Pemkot dari sisi aturan. Dan secara khusus ikut serta dalam menjaga kebersihan kota.
Lanjut Pattiwael, kegiatan hari ini baru langkah awal sebagai implementasi Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan kebersihan.
“Kami ikut peduli terhadap lingkungan. Apalagi, akhir-akhir ini curah hujan yang tinggi tentu sangat mengganggu aktifitas kita sebagai masyarakat bahkan juga mempengaruhi lingkungan kita.
Terlebih juga pemuda-pemudi Maluku harus memberi manfaat bagi orang banyak.
“Saya memberikan apresiasi kepada semua bersaudara khusus pemuda pemudi Paparisa Maluku dan juga Ikatan Pemuda Porto Jayapura yang ikut terlibat dalam aksi ini,” ucap Pattiwael.
Serta, ke depannya tetap turut terlibat secara langsung dalam kerja-kerja maupun momen kebersamaan.
“Jangan melihat dari sisi yang lain tapi kebersamaan itu penting guna membangun persaudaraan dalam ikatan kita sebagai orang yang mengerti tentang kehidupan bermasyarakat,” tukasnya
(NL28)





Apa komentar anda ?