kota Jayapura, Nokenlive.com – Puluhan hingga Ratusan penumpang yang hendak bertolak menuju pesisir Saereri, seperti, Teba, Kasonaweja, Bagusa, Trimuris, Kaipuri, Waren hingga Pelabuhan Serui, atau melewati tiga kabupaten, yakni Mamberamo Raya, Waropen dan juga Kabupaten Kepulauan Yapen, mereka terpaksa mengurungkan niatnya untuk berangkat beberapa hari kedepan menggunakan Kapal Motor Fajar Indah dua, dikarenakan mengalami sedikit permasalahan dengan Rencana Pengoperasian Kapal atau RPK yang masih dilakukan pengecekan oleh Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan atau KSOP Jayapura , kemudian pembelian BBM bersubsidi oleh Pertamina yang masih menunggu kepastian terkait jumlah yang hendak di ambil, sekitar 20 ton.
Para penumpang yang lebih dominan dari kabupaten Mamberamo Raya ini dinilai sangat dirugikan, lantaran rencana keberangkatan kapal yang sedianya terjadwal pada hari kamis 29/11/18 setelah bersandar sehari sebelumnya, namun mengalami penundaan hingga hari senin 03/12, lantaran menunggu kejelasan terkait BBM dan juga kelengkapan surat-surat lainnya oleh KSOP.
Penumpang yang membawa hasil kebun dari Jayapura dan sudah di masukan dalam kapal Fajar indah terpaksa diturunkan kembali, lantaran mulai menguning bahkan ada yang sudah membusuk, seperti rica, tomat, bawang, dan beragam rempah-rempah lainnya.
Kepala cabang PT. Fajar Indah Lines, Hang Hasan Akuba kepada nokenlive.com mengutarakan kekecewaannya, karena terjadi penundaan yang cukup lama di pelabuhan Porasko, APO kota Jayapura , terkait permasalahan yang menurutnya tidak terlalu rumit untuk diselesaikan oleh KSOP, mulai dari RPK, kemudian ijin trayek, Navigasi, hingga hal-hal teknis lainnya.
Setelah dilakukan pengecekan oleh bupati Kabupaten Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa pada hari kamis malam di Syahbandar dan oleh KSOP di gelar pemeriksaan pada kapal, tidak terjadi permasalahan berarti, kemudian managemen KM. Fajar kembali mendapat hambatan dalam pembelian Bahan Bakar oleh PT. Pertamina, lantaran sesuai permintaan 20 ton, hanya di setujui 15 ton, sehingga Pengelola Fajan Indah Lines memilih untuk tidak berlayar dengan BBM yang tidak mencukupi, karena takut terjadi masalah di tengah jalan. Tutur Hasan Akuba.
Mewakili pemilik kapal Fajar, Hasan menunggu konfirmasi BBM hingga hari senin 03/12, oleh PT. Pertamina yang berjanji setelah melakukan pertemuan dengan jajarannya terkait pengeluaran bahan bakar 20 ton sesuai permintaan pengelola kapal.
Ditempat terpisah, bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa yang ditemui di Kotaraja, Kota Jayapura disela-sela acara nikahan salah satu Aparatur Sipil Negara dari Mambra, mengaku kecewa dengan persoalan yang dihadapi kapal fajar.
“Karena ini sangat jelas masyarakatnya dirugikan dengan mandegnya operasional Transportasi penghubung tersebut, lantaran ini bulan desember, mendekati natal, pasti banyak kebutuhan yang dipenuhi oleh warga Mamberamo jelang hari raya, tetapi kapal penumpang mengalami hambatan dalam keberangkatan, pastinya berdampak pada penumpang yang hendak berlayar ke daerahnya”, Tegas Bupati Mamberamo Raya.
Bupati berjanji, akan mengawal permasalahan yang dihadapi kapal motor Fajar Indah, dengan menemui kembali KSOP Jayapura hari senin 03/12, dan juga memantau kepengurusan bahan bakar yang juga menjadi hambatan bertolaknya Kapal tersebut.
Untuk di ketahui, KM. Fajar Indah dua tiba di pelabuhan Jayapura pada hari rabu, 28/11 membawa penumpang dari waropen dan Mamberamo. Selanjutnya setelah dibersihkan sehari oleh Anak Buah Kapal, hendak bertolak hari kamis 29/11, mendadak ditahan oleh KSOP terkait kelengkapan kapal dan ijin lainnya, hingga didatangi oleh bupati kamis malam, serta dilakukan pemeriksaan langsung di pada KM fajar indah, tidak terdapat masalah berarti.
Kemudian disaat manajemen kapal hendak membeli BBM 20 ton untuk operasional kapal PP Jayapura -Serui, mendapat pengurangan bahan bakar menjadi 15 ton, sehingga membuat pengelola kapal memilih untuk tidak berlayar, karena tidak mau ambil resiko dengan masalah di tengah laut terkait pengurangan BBM, kemudian dampak lain seperti masalah cuaca yang bisa menghambat laju kapal atau kendala teknis lainnya.
(RH)










Apa komentar anda ?