Sentani, Nokenlive.com – 14 kepala kampung yang berasal dari berbagai distrik di Kabupaten Jayapura menggalakkan Stop BAB Sembarang.
14 kampung tersebut adalah, Kampung Kwansu, Mamda, Mamda Yawan, Mamei/Meikari, Sanggai, Hanggai Hamong, Kendate, Dormena, Bukisi/Maruway, Bangai, Benyom Jaya II, Hamonggrang, Bumi Sahaja dan Sosiri.
Dilansir dari berbagai sumber, program sanitasi total berbasis masyarakat ini sudah dilaksanakan secara nasional. Untuk di Kabupaten Jayapura sendiri program ini juga sudah di canangkan sejak tahun 2009 lalu oleh Bupati sebelumnya, Habel Melkias Suwae.
Deklarasi yang dilaksanakan di lapangan apel Kantor Bupati Kabupaten Jayapura, Senin (03/12/2018) tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Giri Wijiantoro berserta seluruh pimipinan dan staf Organisasi Perangakat Daerah (OPD) di Kabupaten Jayapura.
Dalam amanatnya, Giri Wijiantoro mengatakan dengan dideklarasikannya hal ini berart masyarakat sudah sadar betul terhadap kesehatannya masing-masing.
Giri juga menuturkan dengan adanya jamban di rumah-masing masing, secara tidak langsung masyarakat sudah melindungi kaum perempuan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau tidak punya jamban, itu sama saja kita tidak melindungi saudara perempuan kita, karena apa, ketika mereka buang hajat sembarangan terus ada yang lihat yang tadinya tidak punya niat buruk bisa jadi berniat untuk melakukan hal yang tidak-tidak” kata Giri Wijiantoro.
Selain itu, orang nomor 2 di Kabupaten Jayapura ini juga mengungkapkan bahwa kemajuan suatu daerah itu dilihat dari jambannya. “Kalau belum ada jamban ya, berarti daerah itu belum bisa dibilang sejahtera, karena dari situ akan banyak persoalan yang timbul karena kita tidak bisa menjaga kehormatan kita sendiri” ungkap Giri.
Dirinya juga menyebutkan bahwa di beberapa Negara, jamban menjadi suatu ukuran kesejahteraan suatu daerah. “Jadi para kepala kampung yang jadi ujung tombak di kampung harus pro aktif untuk mengimbau kepada masyarakat agar semua rumah di kampung punya jamban karena kalau tidak punya jamban maka ini akan jadi persoalan. Salah satunya yang saya sebutkan tadi” ujarnya.
Oleh sebab itu dirinya juga menyarankan kepada para kepala agar dapat membuat suatu MCK yang disediakan di balai kampung masing-masing.
Program Stop BAB Sembarangan ini juga mendapatkan dukungan dari UNICEF. Selain itu, program ini juga memiliki lima pilar yaitu, Pilar pertama yaitu setop buang air besar sembarangan, pilar kedua adalah mencuci tangan pakai sabun, dan pilar ketiga adalah mengelola air minum dan makanan secara bersih dan sehat. Sementara pilar keempat yang harus dillakukan adalah menangani sampah rumah tangga masing-masing dengan baik. Pilar terakhir yang dilakukan adalah menyalurkan air pembuangan rumah tangga ke tempat yang seharusnya. (rie)





Apa komentar anda ?