ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Selasa, Mei 5, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Pendidikan Menjadi Tanggungjawab Semua Pihak

Pendidikan Menjadi Tanggungjawab Semua Pihak

Oleh : Noken Live
27 November 2018
Di Pendidikan
0
Pendidikan Menjadi Tanggungjawab Semua Pihak

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr. Fachruddin Pasollo, M.Si

Jayapura,Nokenlive.com – Pendidikan merupakan human investment (investasi manusia) ,mempunyai kontribusi sangat signifikan terhadap tingkat keuntungan ekonomi suatu daerah.

Diman pendidikan nasional di Indonesia menjadi tanggung jawab semua pihak ,baik orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

Meski diakui, pendidikan sedang mengalami krisis seperti yang sedang terjadi saat ini, dimana banyak pihak secara bombardir menyalahkan pihak sekolah yang konon katanya melakukan pungutan-pungutan.

“Yang perlu kita ketahui bersama bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara Pemerintah, keluarga dan masyarakat,” demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Dr. Fahcruddin Pasollo, M.Si usai menghadiri perayaan HUT PGRI dan HGN di audiotorium Uncen, Senin (26/11/2018).

Hal ini berarti mengisyaratkan bahwa orang tua, murid dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi, turut memikirkan serta memberikan bantuan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Salah satunya adalah masalah pembiayaan sekolah karena hal ini tidak bisa di bebankan pada satu pihak saja baik kepada orang tua, masyarakat maupun pemerintah.

“namun menjadi tanggung jawab bersama, karena merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang evektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan.

Kondisi sekolah tidak merata dari sisi kemampuan finansial, bahkan jumlah murid tidaklah sama, juga pendistribusian guru yang tidak merata,” bebernya.

diakui Fachruddin pula, bahwa di kebanyakan sekolah didominasi guru honor dibanding guru yang berstatus pegawai negeri.

Sehingga ada inisiatif dari kepala sekolah karena guru honor tidak mengajar sesuai dengan jam pelajaran.

“Namun pada sekolah-sekolah tertentu mereka harus menambah beban jam belajar, dengan demikian mereka tidak hanya dikasih tugas mengajar begitu saja, namun ada konsekuensi biaya, karena paling tidak mereka juga harus diberikan transportasi,” sambungnya.

Konsekuensi tersebut tidak langsung dipungut oleh Kepsek terhadap orang tua murid, tapi juga dibicarakan dengan Ketua Komite.

“Sangat di sayangkan, ada gaji guru honor setiap bulan hanya Rp300.000, sementara kita menuntut kualitas anak-anak didik yang cerdas, kemampuan daya saing serta kemampuan untuk mengantisipasi masuk dalam era global itu. Nonsen itu,” tegasnya.

Fachruddin menekankan pula bahwa tidak ada sekolah yang menuntut siswa-siswi punya kualitas yang baik, kemudian tidak bisa diukur dengan dana yang memadai.

“Aturan itu membolehkan kita untuk sekolah-sekolah juga memungut tapi melalui komite. Dan itu dihalalkan oleh aturan,” tukasnya.
(Arc)

BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Lakukan pelayanan publik Terbaik, Pemkot Raih Penghargaan Dari Menpan RB

Berita Selanjutnya

Dorinus Dasinapa Minta Tenaga Pengajar Mengabdi Dengan Baik

Berita Terkait

Peringatan Hardiknas di Wamena: Sederhana, tapi Penuh Semangat Majukan Pendidikan
Papua Pegunungan

Peringatan Hardiknas di Wamena: Sederhana, tapi Penuh Semangat Majukan Pendidikan

Hardiknas 2026 di Wamena, Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Generasi Emas 2045
Nasional

Hardiknas 2026 di Wamena, Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Generasi Emas 2045

Hardiknas 2026, BGN Nabire Tekankan Pentingnya Literasi Gizi untuk Generasi Emas
Nasional

Hardiknas 2026, BGN Nabire Tekankan Pentingnya Literasi Gizi untuk Generasi Emas

Hardiknas 2026 Papua Pegunungan: Pendidikan Jadi Prioritas, Siapkan Generasi Unggul ke Tingkat Global
Nasional

Hardiknas 2026 Papua Pegunungan: Pendidikan Jadi Prioritas, Siapkan Generasi Unggul ke Tingkat Global

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua