Jayapura, Nokenlive.com – Sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda di Papua, menggelar jumpa media, terkait munculnya OKP siluman, dalam penetapan delapan calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Papua, Terkait penggelembungan OKP dan kepentingan pasangan tertentu, di Hotel Grand Abe Hotel, Selasa (02/10/18).
“Berdasarkan hasil Musda XIII di kabupaten Merauke periode sebelumnya, telah ditetapkan sebanyak 53 OKP dari rapat pimpinan daerah pada bulan Desember kemarin, di hotel Metta Star Waena Jayapura telah menetapkan OKP, namun pada saat pendaftaran hingga penetapan calon ketua KNPI Papua saat ini, membengkak hingga 130 organisasi kemasyarakatan pemuda, sehingga dipertanyakan dari mana asal 60 OKP yang muncul tanpa AD-ART organisasi,” Ungkap sekretaris DPD GAMKI Papua, Yopie Romhadi.
Yopie meminta agar Majelis Pemuda Indonesia Papua, sebagai pihak berwajib untuk memanggil Stering Komite DPD KNPI yang ada, untuk mempertanyakan bagian ini, prosedurnya sudah jelas, sebagai OKP wajib menjadi peninjau dahulu, sebelum pada Musda berikutnya, barulah ditetapkan sebagai peserta pemilik suara sah sebagai OKP.
Ketua cabang GMKI Victor Tibul mengatakan, mereka mengeluhkan sejumlah OKP siluman, yang hadir ditengah-tengah Musda XIV ini, karena sangat berpotensi keos atau kekacauan, lantaran OKP baru yang hadir tidak sesuai AD-ART KNPI.
“Ini diragukan bakal terjadi kehancuran dalam Musda dan bukan kemajuan, karena OKP buatan yang dihadirkan Stering Komite ini,”Tutur Viktor.”
Aco Maay sebagai ketua Bakorda Fokus Maker menerangkan jika mekanisme yang dipakai KNPI Papua dari masa kepemimpinan sebelumnya itu sangat jelas, tetapi kenapa dalam periode sekarang terjadi tidak sesuai dengan mekanisme.
“Oleh karena itu mereka jajaran OKP yang merasa telah terjadi kekeliruan menyampaikan aspirasi mereka, supaya bisa direspon oleh pihak terkait, guna mengembalikan jati diri dan marwah KNPI yang telah disahkan dalam Musda XIII di Merauke sebelumnya,” tandas Aco.
Selaku OKP Wira Karya Dedi Patiwael meminta agar pemprov sebagai pembina organisasi, dalam hal ini Gubernur Papua agar memanggil ketua DPD KNPI Papua, untuk meminta penjelasan terkait OKP siluman yang hadir dan siap mengacaukan jalannya Musda ke XIV DPD KNPI saat ini.
“Sehingga diharapkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur sebagai pembina organisasi KNPI bisa memanggil ketua DPD KNPI Papua untuk memberikan penjelasan terkait OKP siluman yang muncul dalam musda XIV kali ini, begitu juga dengan Majelis Pemuda Indonesia Papua supaya bisa menseriusi bagian ini dengan baik agar tidak terjadi keos atau kekacauan dalam musda nanti,” Ucap Dedy. (Roy)








Apa komentar anda ?