Jayapura, Nokenlive – Pasukan Dinamit Denmark, akan melakoni laganya di pentas Piala Dunia 2018 Rusia dengan tergabung di Grup C bersama Perancis, Australia dan Peru.
Denmark yang saat ini ditukangi Age Hareide itu, nyaris gagal ke Piala Dunia, karena pada laga pertama play off kontra Republik Irlandia, tuan rumah justru di tahan imbang tanpa gol.
Situasi berubah drastis, saat Denmark mencetak lima gol di kandang Republik Irlandia dan menang dengan skor mencolok 1-5. Denmark pun memastikan satu tempat terakhir untuk wakil Eropa.
Lolosnya Denmark ke fase grup Piala Dunia Rusia 2018, mengingatkan pada perjalanan mereka di dua momen berbeda yang tak akan terlupakan, Piala Eropa 1992 dan Piala Dunia 1998.
Kala itu, Timnas Denmark mendapat durian runtuh saat berlaga di Piala Eropa 1992, menggantikan tempat Yugoslavia yang dilarang bermain akibat adanya perang saudara.
Seolah dinaungi mukjizat, Timnas Denmark kala itu berhasil mencuri perhatian publik sepak bola Eropa, bahkan di seantero dunia, saat mengalahkan tim favorit juara Belanda di laga semifinal, dan selanjutnya giliran Jerman yang dipecundangi di laga puncak.
Denmark pun meraih trofi Piala Eropa untuk yang pertama kalinya.
Saat itu, adalah pertama kalinya produsen apparel asal Denmark, Hummel menggebrak persepakbolaan dunia di level tim nasional.
Sebelumnya, di era 80-an klub legendaris Aston Villa pernah merasakan keberuntungannya saat menjuarai Piala Eropa yang saat ini dikenal dengan Liga Champions pada 1981 silam, dengan balutan apparel Hummel.
Tidak hanya Aston Villa, tim legendaris lainnya seperti Real Madrid dan Feyenoord juga pernah mengenakan apparel berlogo garis V itu saat menjuarai liga domestik di era 80-an.
Timnas Denmark kembali menggebrak di turnamen bergengsi Piala Dunia saat even empat tahunan itu digelar di Perancis pada 1998 lalu.
Kala itu, tim dinamit yang diperkuat Laudrup bersaudara, Brian dan Michael, memecahkan rekor baru bagi negaranya dengan mencapai babak perempat final, sebelum dikalahkan Belanda.
Pencapaian Denmark di Piala Dunia Perancis itu pun menjadi prestasi tertinggi sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.
Setelah Piala Dunia Perancis, timnas Denmark masih mengenakan apparel Hummel hingga gelaran Piala dunia 2006 di Jerman. Denmark pun berhasil lolos ke babak perdelapan final.
Sayangnya, saat berganti apparel ke Adidas sejak 2010, belum ada pencapaian terbaik yang ditorehkan timnas Denmark.
Meski lolos ke Afrika Selatan, Denmark gagal lolos ke fase grup. Bahkan Denmark harus gigit jari setelah gagal lolos ke Piala Dunia Brasil empat tahun setelahnya.
Kini, Denmark kembali menjadi salah satu kontestan di Piala Dunia Rusia. Dengan bermodalkan pemain-pemain bintang seperti Christian Eriksen, Yussuf Poulsen, Simon Kjaer, Thomas Delaney dan Jannik Vestergaard, tim Skandinavia ini berharap bisa mengulang sejarah indah kala berseragam Hummel.
(Djaps)





Apa komentar anda ?