Jayapura, Nokenlive.Com – Kota Jayapura. Seorang pria lanjut usia bernama Wellem Giay (71), memilih mengikut Yesus di akhir sisa hidupnya, karena pekerjaan Rohol Kudus yang lebih dulu melawat beliau, kemudian meminta istrinya supaya menemui bapak Pdt. Otniel Marini,S.Th selaku gembala tempat mereka beribadah yakni Gereja Pantekosta Di Papua jemaat Mahanaim Padang Bulan, agar segera mengikutsertakan dirinya bersama remaja lain untuk menerima baptisan selam dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Seantero jemaat tempat mereka beribadah dibuat terkejut, karena orang tua satu ini tidak pernah mengikuti ibadah sama sekali, melainkan istrinya saja yang rajin hadir dalam setiap ibadah digelar, baik tingkat sektor maupun jemaat secara umum. Belum lagi ada cerita berkembang bahwa pria asal Kampung Genyem, Kabupaten Jayapura ini masih hidup dalam kegelapan karena disinyalir masih memiliki Hobatan atau peninggalan nenek moyang yang diwariskan buat menjaga diri, sehingga sejumlah warga tempat keluarga Giay ini tinggal bersama pasangannya, membuat mereka cukup ditakuti, lantaran pegangan yang dimilikinya tersebut.
Tetapi setelah beberapa kali mengikuti istrinya beribadah bersama pada Jemaat GPDP Mahanaim Padang Bulan, Distrik Heram Kota Jayapura, Wellem Giay sudah membulatkan tekadnya dalam mengikuti dan melakukan pekerjaan Tuhan, pada usianya yang sudah memasuki 71 tahun, serta mencatat namanya dalam buku kehidupan yang akan menghantarnya masuk dalam kerajaan Surga kelak.
Disela-sela acara pembaptisan masal kemarin, 06/02/19 siang di pantai Hamadi, Wellem Giay dan juga belasan Remaja lain, kepada nokenlive.com mengakui bahwa selama beribadah di tempat lain, beliau tidak pernah merasa kasih sayang Tuhan seperti yang di terima beberapa waktu belakangan ini, pasca mengikuti istrinya di gereja Mahanaim, dan ini membuat dirinya benar-benar mendapat pencurahan kuasa Rohol kudus, kemudian menghantarnya wajib menerima baptisan untuk benar-benar hidup dalam kebenaran, dan mengikut Yesus Tuhan.
Ditempat terpisah, Pdt. Otniel Marini, S,Th mengatakan semua ini pekerjaan Roh kudus dalam diri bapak Giay, pasca mendengarkan Firman Tuhan ketika pertama kali beribadah bersama di jemaat Mahanaim, membuat beliau tidak tenang, yang kemudian meminta istrinya mendatangi Gembala Jemaat dan untuk segera dibaptis. Mewakili Gembala Jemaat, pendeta marini mengucapsyukur kepada Tuhan Yesus, karena bapak Giay ini memiliki banyak Hobatan, yang sampai dipenghujung usia senja saat ini, beliau masih menyimpan hal-hal berbau mistis tersebut. Tetapi dengan di baptiskannya Wellem Giay bersama belasan pemuda-pemudi lainnya, bisa membuat surga bertepuk sorak, karena jiwa-jiwa diselamatkan lewat baptisan selam yang di lakukan siang kemarin.
Ada makna yang terpendam dari dibaptisnya bapak Giay dan belasan kaum muda lainnya, karena mereka sudah memilih hidup baru dan ikut Tuhan sejak dini, dan juga sudah menyerahkan diri untuk dibaptis sehingga berjalan dalam terang kasih Allah.
(RH)








Apa komentar anda ?