NABIRE, Nokenlive.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah akan menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II pada Kamis, (24/9/2026). Persiapan kegiatan tersebut telah mencapai sekitar 98 persen.
Ketua KADIN Papua Tengah, Alexander Gobay, mengatakan persiapan Rapimprov II telah dilakukan selama kurang lebih dua minggu, termasuk setelah dirinya bersama jajaran mengikuti agenda KADIN Indonesia di Jakarta.
“Persiapan sudah 98 persen. Kurang lebih dua minggu kita melakukan persiapan untuk Rapimprov ini,” kata Alexander, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, Rapimprov II KADIN Papua Tengah merupakan bagian dari pelaksanaan Rapimprov yang digelar secara serentak di 39 provinsi di Indonesia pada 24 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara KADIN Indonesia, KADIN daerah, serta KADIN kabupaten dan kota dalam mendorong pembangunan ekonomi di daerah maupun secara nasional.
Alexander menyebut, Rapimprov II Papua Tengah akan memfokuskan pembahasan pada lima sektor utama, yakni mineral, perikanan, pertanian, peternakan, dan logistik.
“Kita fokus pada lima sektor, yaitu mineral, perikanan, pertanian, peternakan dan logistik. Lima sektor ini yang akan kita bahas agar bisa mulai dikerjakan pada 2027,” jelasnya.
Hasil Rapimprov nantinya akan menjadi dasar penyusunan program kerja KADIN Papua Tengah untuk 2027, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pengurus KADIN akan dibagi berdasarkan sektor. Dengan demikian, setiap bidang memiliki pengurus yang secara khusus bertanggung jawab mengawal potensi dan peluang usaha di sektor masing-masing.
“Jadi ada pengurus yang fokus di perikanan, ada yang fokus di mineral, begitu juga dengan sektor lainnya. Ini kita siapkan untuk program 2027,” ujarnya.
Selain menyusun program internal, KADIN Papua Tengah juga akan memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. KADIN ingin mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pengembangan ekonomi dan investasi sesuai kewenangan masing-masing.
Alexander mengatakan potensi ekonomi di setiap kabupaten akan dipetakan dan dirangkum menjadi satu agenda pembangunan ekonomi Papua Tengah.
Hasil pemetaan tersebut selanjutnya akan melibatkan tim akademisi atau konsultan untuk menyusun profil bisnis yang dapat menjadi acuan pengembangan investasi dan dunia usaha pada 2027.
“Potensi setiap kabupaten akan kita rangkai menjadi satu. Kemudian kita libatkan akademisi atau konsultan untuk menyusun profil bisnis 2027,” katanya.
Selain lima sektor utama, penyusunan profil bisnis juga akan diarahkan untuk melihat peluang pengembangan sektor lainnya, termasuk pariwisata.
Rapimprov II KADIN Papua Tengah dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIT. Kegiatan tersebut direncanakan dibuka langsung oleh Gubernur Papua Tengah.
(ANAS/Redaksi)







Apa komentar anda ?