JAYAPURA, nokenlive.com – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura menyatakan sebagian besar wilayah Papua saat ini telah memasuki musim kemarau. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah daerah, terutama bersifat lokal.
Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah V Jayapura, Herry Matorangan, Kamis (6/8), menjelaskan bahwa kondisi kemarau di Papua berbeda dengan musim kemarau di wilayah lain di Indonesia. Di beberapa daerah, hujan masih berpeluang turun meskipun intensitasnya tidak sebesar saat musim penghujan.

“Papua saat ini sedang memasuki musim kemarau. Namun, masih ada peluang hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah, dan kondisi ini tidak terlalu signifikan seperti saat musim penghujan,” ujarnya.
Menurut Herry, wilayah yang masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang meliputi Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Waropen, serta Kota Jayapura. Khusus Kota Jayapura, hujan yang terjadi diperkirakan bersifat lokal dengan intensitas ringan hingga sedang.
Terkait fenomena El Nino, BMKG menyebut dampaknya belum terlihat secara signifikan di sebagian besar wilayah Papua. Namun, kondisi berbeda mulai tampak di wilayah Papua Selatan yang telah menunjukkan indikasi musim kemarau lebih kuat.
“Hasil pemantauan satelit menunjukkan adanya sejumlah titik panas (hotspot) di Papua Selatan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini menjadi salah satu indikator bahwa musim kemarau di wilayah tersebut mulai berkembang,” jelas Herry.
Sementara itu, untuk kondisi perairan di pesisir utara Papua, BMKG memastikan tinggi gelombang laut masih berada pada kategori relatif normal sehingga aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir masih dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca.
BMKG Wilayah V Jayapura mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca dan iklim yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG serta pemerintah daerah. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam melakukan langkah mitigasi dan mengantisipasi dampak musim kemarau maupun potensi cuaca ekstrem.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?