SENTANI, nokenlive.com – Bupati Jayapura, Papua Yunus Wonda menegatakan Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menghormati keputusan masyarakat terkait kelanjutan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah terjadinya keracunan yang menimpa pelajar di Distrik Depapre.
Menurut Yunus, pemerintah daerah tidak akan memaksakan kehendak kepada masyarakat. Keputusan mengenai apakah anak-anak tetap mengikuti program tersebut atau tidak merupakan hak orang tua sebagai pihak yang paling memahami kondisi keluarganya.
“Yang makan ini anak-anak masyarakat. Jadi kami kembalikan kepada masyarakat. Apakah ke depan masih mengikuti Program MBG atau tidak, itu menjadi keputusan masyarakat dan para orang tua. Pemerintah akan menghormati keputusan tersebut,” kata Yunus saat memberikan keterangan pers kepada awak media, di IGD RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, Rabu 5/8/2026.
Ia mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan seluruh pasien yang masih menjalani perawatan. Sementara itu, evaluasi terhadap penyelenggaraan Program MBG akan dilakukan bersama pihak-pihak terkait setelah situasi dinilai kondusif.
Menurut dia, fokus utama pemerintah bukan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan hingga pulih dan mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami sekarang fokus menyelamatkan anak-anak yang sedang dirawat. Soal evaluasi program tentu akan dilakukan, tetapi yang paling penting saat ini adalah memastikan seluruh pasien sembuh,” ujarnya.
Yunus menjelaskan pemerintah juga terus menjalin komunikasi dengan masyarakat untuk mendengar berbagai masukan terkait pelaksanaan Program MBG. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan.
Dia menambahkan pemerintah daerah tetap mendukung tujuan Program MBG untuk meningkatkan gizi anak-anak. Namun, pelaksanaannya harus menjamin keamanan pangan, kebersihan, dan kualitas makanan sehingga kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.
“Kami ingin setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat. Karena itu, suara masyarakat akan menjadi pertimbangan penting dalam setiap langkah pemerintah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jayapura berharap proses evaluasi akan menghasilkan perbaikan menyeluruh sehingga Program MBG dapat berjalan sesuai tujuan awal, yakni menghadirkan makanan bergizi yang aman bagi seluruh peserta didik dan masyarakat di daerah ini.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?