JAYAPURA, nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua bekerja sama dengan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, menggelar kegiatan sosialisasi, fasilitasi, sekaligus pemutakhiran data bagi sekolah-sekolah SMK di wilayah Papua, khususnya Kota dan Kabupaten Jayapura.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Pariwisata Papua, Rabu (5/8), dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, didampingi Kepala Bidang Mutu dan Layanan Pendidikan, Elia Waromi.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Elia Waromi mengatakan kegiatan ini merupakan sosialisasi dan fasilitasi pemutakhiran data bagi sekolah-sekolah SMK di Kota dan Kabupaten Jayapura. Kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala sekolah beserta tenaga administrasi sekolah.
Elia menjelaskan, materi sosialisasi disampaikan oleh tim pemutakhiran data dan verifikator dari Direktorat SMK Kemendikdasmen RI.
“Sosialisasi ini sangat penting karena masih banyak sekolah yang memiliki kekurangan sarana dan prasarana, baik yang membutuhkan perbaikan maupun pembangunan baru. Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah akan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai program revitalisasi sekolah,” ujarnya.
Ia berharap sekolah-sekolah yang telah mengikuti sosialisasi ini dapat membagikan informasi dan pemahaman yang diperoleh kepada sekolah-sekolah lain di Papua, termasuk di wilayah Mamta dan sekitarnya.

Elia juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat 49 SMK yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua.
“Atas nama Dinas Pendidikan Provinsi Papua, kami menyampaikan apresiasi kepada Direktorat SMK selaku narasumber, serta kepada seluruh kepala sekolah yang telah mengikuti kegiatan sosialisasi dan fasilitasi pemutakhiran data ini,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Tim Verifikator Direktorat SMK, Fajri Muh Bukari, mengatakan kegiatan serupa dilaksanakan di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur, termasuk di Jayapura, Provinsi Papua.
Menurutnya, sosialisasi dan pemutakhiran data ini bertujuan untuk melengkapi data sarana dan prasarana sekolah-sekolah SMK di Papua, terutama di Kota dan Kabupaten Jayapura.
“Dengan data yang lengkap, akurat, dan jelas, kami akan lebih mudah mengetahui kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan oleh masing-masing sekolah,” tuturnya.
Fajri menambahkan, proses verifikasi yang dilakukan akan menjadi dasar bagi Direktorat SMK dalam mendorong sekolah-sekolah memperoleh Program Revitalisasi Sekolah melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026.

Ia menjelaskan bahwa setiap sekolah wajib melakukan penginputan data melalui aplikasi Takola dan Naravita. Data yang diinput meliputi aspek administrasi maupun perencanaan konstruksi, disertai berbagai persyaratan pendukung yang harus dipenuhi agar sekolah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan Program Revitalisasi SMK.
Di tempat yang sama, mewakili para kepala sekolah SMK di Jayapura, Kepala SMK Pariwisata Papua, Ana Rebeka Rumbiak, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di sekolah yang dipimpinnya.
“Program revitalisasi sekolah memiliki sejumlah kriteria, mulai dari tingkat kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Melalui sosialisasi dan fasilitasi ini, kami sangat terbantu dalam memahami proses pendataan sarana dan prasarana sekolah sebagai salah satu persyaratan program revitalisasi,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, SMK Pariwisata Papua menjadi salah satu sekolah di Papua yang mendapat kunjungan langsung dari Tim Verifikator Direktorat SMK Kemendikdasmen dalam rangka verifikasi Program Revitalisasi Tahun 2026. Selain SMK Pariwisata Papua, kunjungan juga dilakukan ke SMK Negeri 1 Sentani, Kabupaten Jayapura.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?