SENTANI, nokenlive.com – Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengaku belum menutup mata sejak menerima laporan dugaan keracunan massal setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.
Ia memilih bertahan di RSUD Yowari sejak Selasa (4/8/2026) malam hingga Rabu (5/8/2026) pagi, untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis.
Yunus mengatakan, pemerintah daerah langsung bergerak begitu jumlah pasien terus bertambah.
Berkoordinasi dengan TNI dan Polri, Pemkab Jayapura menyiapkan tenda darurat, tempat tidur tambahan, tenaga kesehatan, serta seluruh kebutuhan medis untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
“Saya kebetulan dari jam 9 malam saya di sini sampai pagi jam 5. Saya ikut memantau karena korban terus berdatangan, terutama dari Distrik Depapre. Syukur semua unsur bergerak bersama sehingga penanganan bisa berjalan dengan baik,” katanya saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Yowari, Rabu sore pukul 17.00 wit.
Menurutnya, sepanjang malam tenaga kesehatan, personel TNI-Polri, serta jajaran Dinas Kesehatan bekerja tanpa henti menangani para pasien.
Sejumlah anak yang mengalami kondisi lebih berat, seperti kejang, langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan lain agar memperoleh penanganan lebih intensif.
Selain memastikan pelayanan di rumah sakit, Yunus juga turun langsung ke sejumlah kampung di Distrik Depapre pada Rabu pagi.
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang masih mengalami gejala namun belum mendapatkan pertolongan medis.
“Dari kampung-kampung itu ternyata masih ada juga yang harus kami bawa keluar untuk mendapatkan perawatan. Kami ingin memastikan semua korban tertangani dengan baik,” ujarnya.
Ia bersyukur hingga saat ini belum ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan pemantauan sementara, sebagian besar pasien mengalami gejala sakit perut, pusing, kejang, dan demam, dan muntah sementara jumlah pasti korban masih terus didata oleh pemerintah bersama tenaga kesehatan.
Yunus menegaskan seluruh fasilitas kesehatan diminta membuka seluruh sumber daya yang tersedia demi menyelamatkan para pasien.
Ia juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan agar seluruh peralatan medis, obat-obatan, dan kebutuhan penanganan pasien dipenuhi tanpa hambatan.
“Sampai hari ini yang paling penting adalah memastikan semua pasien tertangani dan bisa sembuh. Itu yang menjadi fokus kami,” kata Yunus.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?