JAYAPURA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat hadirnya berbagai program strategis bagi delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, aktif melakukan komunikasi dan pertemuan dengan sejumlah kementerian di Jakarta untuk memperjuangkan dukungan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perhubungan, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur dasar.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di bawah kepemimpinan Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol dalam mempercepat pembangunan daerah melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Menurut Ones, pemerintah daerah tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan fiskal daerah, tetapi harus aktif membangun komunikasi agar program-program nasional dapat hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya bersama Bapak Gubernur memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan perubahan bagi Papua Pegunungan. Karena itu kami terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program nasional dapat hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami tidak ingin hanya menunggu, tetapi harus aktif memperjuangkan kebutuhan daerah,” ujar Ones.
Wagub menjelaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi tantangan utama dalam memenuhi kebutuhan pembangunan di Papua Pegunungan. Karena itu, pemerintah provinsi menerapkan strategi “jemput bola” dengan membangun komunikasi intensif bersama kementerian dan lembaga di Jakarta agar memperoleh dukungan program maupun anggaran dari pemerintah pusat.
“Anggaran APBD kami sangat terbatas sehingga belum mampu menjawab seluruh aspirasi masyarakat maupun program yang kami sampaikan saat kampanye. Karena itu kami harus rajin menjemput bola. Dana pembangunan di pemerintah pusat cukup besar, sehingga kepala daerah, baik bupati, wakil bupati, gubernur maupun wakil gubernur, harus aktif memperjuangkan program agar dapat dibawa ke daerah. Inilah yang sangat diharapkan masyarakat Papua Pegunungan,” tegasnya.
Sejumlah usulan yang diperjuangkan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kini mulai mendapat perhatian pemerintah pusat dan memasuki tahap tindak lanjut. Di sektor pertanian, pemerintah provinsi mendorong pengembangan kebun percontohan seluas 1.600 hektare di Wamena yang akan dikelola melalui pola swakelola dan padat karya, sehingga selain meningkatkan produksi pangan juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Pemerintah juga terus memperjuangkan program cetak sawah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Papua Pegunungan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tengah mendorong pengembangan komoditas pangan unggulan khas daerah, yakni ubi jalar (hipere), buah merah (sak), buah pandan (woromo), kopi, kelapa, serta pengembangan peternakan babi dan ayam.

Menurut Ones, komoditas tersebut merupakan kekayaan pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi identitas masyarakat Papua Pegunungan. Saat ini, pemerintah provinsi bersama Komite Percepatan Pembangunan Papua Raya juga sedang membahas dukungan program dengan Kementerian Pertanian agar komoditas unggulan tersebut mendapat perhatian lebih besar sebagai produk strategis nasional yang mampu meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua Pegunungan.
Di sektor transportasi, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga memperjuangkan peningkatan konektivitas udara melalui dukungan subsidi pemerintah pusat. Beberapa program yang diusulkan antara lain mengaktifkan kembali rute penerbangan Oksibil – Wamena dan Dekai – Wamena, serta memperkuat jalur kargo Wamena –Timika, Jayapura – Wamena, dan Sentani –Dekai untuk mendukung distribusi bahan kebutuhan pokok, termasuk komoditas pangan dan daging. Menurut Ones, kelancaran transportasi udara merupakan kebutuhan riil masyarakat karena akan memperlancar distribusi logistik, menekan biaya angkut, menjaga stabilitas harga barang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pegunungan.
Wagub OP, juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komite Percepatan Pembangunan Papua Raya yang selama ini turut mendampingi dan mendorong Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam memperjuangkan berbagai program strategis di tingkat kementerian. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti karena memahami kondisi Papua Pegunungan di berbagai sektor serta membantu membuka ruang komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Kami bersyukur karena beliau memahami kondisi Papua Pegunungan di berbagai lini. Bahkan tanpa kami menjelaskan secara panjang lebar, beliau telah membantu membuka komunikasi dan mendorong berbagai program pembangunan agar mendapat perhatian kementerian. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi percepatan pembangunan Papua Pegunungan,” katanya.

Ones menegaskan bahwa dirinya bersama Gubernur John Tabo tetap bekerja sebagai satu kesatuan kepemimpinan dalam menjalankan amanah masyarakat. Ia optimistis, melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Komite Percepatan Pembangunan Papua Raya, serta seluruh pemangku kepentingan, semakin banyak program strategis nasional dapat dihadirkan di Papua Pegunungan.
Kata Ones Pahabol, seluruh program yang sedang diperjuangkan bukan sekadar wacana, tetapi merupakan kebutuhan nyata masyarakat, mulai dari penguatan sektor pertanian, pengembangan komoditas unggulan lokal, peningkatan konektivitas transportasi, hingga pemerataan pembangunan di delapan kabupaten.
Dengan sinergi yang terus dibangun bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan optimistis mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan.
(Redaksi)





Apa komentar anda ?