WAMENA,NOKENLIVE.com — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Sosial terus melakukan penyisiran ke sejumlah titik pengungsian di pinggiran maupun dalam Kota Wamena guna memastikan kondisi warga terdampak konflik sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Kunjungan tersebut telah dilakukan sejak Selasa (19/5/2026) dan berlanjut pada Rabu (20/5/2026). Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, SH., M.AP., turun langsung mengunjungi beberapa lokasi pengungsian, di antaranya Gereja Katolik Kristus Jaya Dekenat Pegunungan Tengah serta wilayah Honeima Kopi-Kopi.
Dalam kunjungan itu, Dinas Sosial menyerahkan bantuan berupa bahan makanan dan perlengkapan dasar bagi para pengungsi. Bantuan yang diberikan meliputi beras, minyak goreng Bimoli, susu Dancow, tikar, dan selimut.
Yanius Telenggen mengatakan, pemerintah sengaja turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi para pengungsi sesuai dengan laporan yang diterima.
“Memang laporan tempat pengungsi sudah masuk, tetapi kami datang ke sini untuk memastikan secara langsung apakah data yang masuk benar atau tidak,” ujar Yanius saat menyerahkan bantuan di Gereja Katolik Kristus Jaya.
Ia menegaskan, penyaluran bantuan ini baru tahap awal dan pemerintah akan terus melanjutkan distribusi bantuan ke titik-titik pengungsian lainnya.
“Kami memberi bantuan berupa beras, minyak goreng, dan tikar. Ini baru awal pertama kita kasih. Mulai dari kemarin, dan selanjutnya ada bantuan yang akan kami bawa lagi ke sini maupun ke titik-titik lain yang masyarakatnya masih mengungsi,” katanya.
Menurut Yanius, kondisi pengungsi pada hari-hari awal masih dipenuhi rasa takut sehingga banyak warga memilih bertahan di gereja maupun tempat pengungsian lainnya. Namun, saat ini situasi mulai berangsur menurun meski belum ada imbauan resmi bagi warga untuk kembali ke rumah masing-masing.
“Kemarin hari pertama dan kedua mereka dalam kondisi ketakutan dan jumlahnya banyak di gereja-gereja pengungsian. Sekarang ada yang sudah mulai tinggal di rumah-rumah sehingga jumlah pengungsi mulai berkurang, tetapi belum ada imbauan resmi untuk kembali. Kami terus mendekati mereka, memberikan kekuatan, dan mencari solusi terbaik,” ungkapnya.
Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Gereja Katolik Kristus Jaya Wamena, Pastor Bartolomeus Oyan, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang datang langsung melihat kondisi umat di lokasi pengungsian.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang datang melihat langsung kondisi umat. Pengungsi tidak hanya di sini, tetapi juga di beberapa tempat lain sehingga bantuan akan kami salurkan kembali. Kami sangat membutuhkan perhatian,” tutur Pastor Bartolomeus.
Ia juga menjelaskan bahwa bantuan awal dari Hilabewa telah lebih dulu disalurkan kepada umat yang mengungsi di gereja tersebut.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memastikan penyisiran dan penyaluran bantuan kemanusiaan akan terus dilakukan pada hari-hari berikutnya guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
(Tundemin Kogoya – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?