ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Rabu, Mei 20, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Lebih dari 50 IUP Dibekukan, PT Kristalin Ekalestari Soroti Sistem RKAB dan Tahapan Sanksi

Lebih dari 50 IUP Dibekukan, PT Kristalin Ekalestari Soroti Sistem RKAB dan Tahapan Sanksi

Oleh : Nokenlive
20 Mei 2026
Di Nasional, Papua Tengah
0
Lebih dari 50 IUP Dibekukan, PT Kristalin Ekalestari Soroti Sistem RKAB dan Tahapan Sanksi

NABIRE, Nokenlive.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membekukan lebih dari 50 izin usaha pertambangan (IUP) mineral dan batu bara (minerba) karena belum mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

Kebijakan tersebut menuai tanggapan dari sejumlah pelaku usaha tambang, termasuk PT Kristalin Ekalestari yang menyatakan keberatan atas proses pemberian sanksi administratif.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pembekuan dilakukan setelah pihaknya memberikan tahapan sanksi administratif kepada perusahaan yang belum memenuhi kewajiban penyampaian RKAB.

Menurutnya, Ditjen Minerba telah melayangkan Surat Peringatan (SP) mulai dari SP1 hingga SP3 sebelum menjatuhkan sanksi penghentian sementara.

“Kalau belum menyampaikan RKAB sesuai waktunya, kita berikan teguran 1, 2, 3, lalu dikenakan sanksi pemberhentian sementara,” ujar Tri kepada awak media di Kantor ESDM, Senin (18/5/2026).

Meski demikian, perusahaan yang terkena pembekuan masih diberikan kesempatan untuk mengajukan RKAB tahun 2026 dalam waktu 90 hari. Jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi, izin usaha pertambangan berpotensi dicabut.

Menanggapi kebijakan tersebut, Direksi PT Kristalin Ekalestari, Andito, menyampaikan pihaknya telah mengajukan kesanggahan atas pembekuan izin yang diterima.

Ia mengaku keberatan lantaran perusahaan tidak pernah menerima Surat Peringatan pertama maupun kedua sebelum disebut telah masuk tahap SP3.

“Yang pertama, kami tidak pernah menerima SP1 maupun SP2. Tiba-tiba kami langsung menerima surat yang menyebutkan sudah sampai SP3. Itu yang menjadi keberatan kami,” ujar Andito kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler, Selasa (19/5/2026).

Andito menjelaskan, perusahaan hanya menerima surat tertanggal 16 April 2026 yang memuat daftar 106 perusahaan, termasuk PT Kristalin Ekalestari, tanpa riwayat peringatan sebelumnya.

Menurutnya, pihak perusahaan kemudian melakukan klarifikasi kepada Ditjen Minerba, termasuk melalui pertemuan virtual sekitar 21 April 2026. Hasil komunikasi tersebut ditindaklanjuti dengan surat lanjutan tertanggal 4 Mei 2026.

Terkait RKAB, Andito menegaskan perusahaan sebenarnya telah memenuhi kewajiban administrasi karena RKAB yang dimiliki berlaku untuk periode 2024 hingga 2026. Namun, perubahan kebijakan dari sistem RKAB tiga tahunan menjadi tahunan disebut menjadi salah satu kendala utama.

“Kami melihat ada ketidaksiapan sistem yang menyebabkan hambatan dalam proses administrasi,” katanya.

Ia juga menyoroti ketidaksesuaian data dalam sistem Minerba Online Monitoring System (MOMS) yang dinilai memperlambat proses verifikasi administrasi perusahaan.

“Contohnya, nomor izin lama kami tidak muncul di sistem, sementara yang terdata justru nomor yang berbeda. Ini masih kami klarifikasi,” ujarnya.

Akibat polemik tersebut, aktivitas produksi PT Kristalin Ekalestari saat ini berjalan sangat terbatas sambil menunggu kepastian administrasi dari pemerintah.

“Untuk sementara, aktivitas produksi kami sangat minim sambil menunggu proses ini selesai,” kata Andito.

Ia menambahkan, persoalan serupa juga dialami sejumlah perusahaan tambang lainnya dan dinilai menimbulkan keresahan di sektor pertambangan nasional.

“Banyak pelaku usaha yang mengeluhkan hal yang sama. Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan di sektor pertambangan,” tutupnya.

(Lisa/Redaksi)

Tags: Ditjen MinerbaEvaluasi RKABKementerian Energi dan Sumber Daya MineralKementerian ESDMKrisis Administrasi TambangMinerba Online Monitoring SystemPembekuan IUPPertambangan NasionalPT Kristalin Ekalestari
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Disiplin ASN Jadi Prioritas, Bupati Yalimo Ancam Pecat Pegawai yang Mangkir Bertahun-tahun

Berita Selanjutnya

Yalimo dan Jayapura Sepakat Tata Ulang Batas Kampung di Wilayah Mamberamo

Berita Terkait

Yalimo dan Jayapura Sepakat Tata Ulang Batas Kampung di Wilayah Mamberamo
Kabar Daerah

Yalimo dan Jayapura Sepakat Tata Ulang Batas Kampung di Wilayah Mamberamo

Pemprov Papua Tengah Gandeng Kejati dan KPU, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Demokrasi
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah Gandeng Kejati dan KPU, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Demokrasi

Wagub Papua Tengah Lantik dan Kukuhkan BAMAGNAS Papua Tengah, Deinas Geley Serukan Kolaborasi Bangun SDM Papua
Kabar Daerah

Wagub Papua Tengah Lantik dan Kukuhkan BAMAGNAS Papua Tengah, Deinas Geley Serukan Kolaborasi Bangun SDM Papua

Wagub Papua Tengah Buka DIKLATDA dan FORBISDA HIPMI 2026, Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Tangguh
Hukum dan Kriminal

Wagub Papua Tengah Buka DIKLATDA dan FORBISDA HIPMI 2026, Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Tangguh

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua