TIMIKA, NOKENLIVE.com — Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua dalam agenda Implementasi Kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua resmi digelar di Timika pada 11–12 Mei 2026. Forum tersebut mempertemukan para kepala daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), ketua-ketua MRP, serta para pemangku kepentingan dari seluruh Tanah Papua guna membahas arah percepatan pembangunan dan penguatan implementasi Otsus di Papua.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah, efektivitas pemanfaatan dana Otsus Papua, hingga strategi pembangunan yang dinilai mampu mempercepat kesejahteraan masyarakat Papua secara merata.
Sejumlah peserta forum menilai keberhasilan implementasi Otsus Papua harus diwujudkan melalui program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., yang turut menghadiri forum tersebut mengatakan berbagai materi yang dipaparkan dalam forum pada dasarnya telah mulai dijalankan oleh Pemerintah Kota Jayapura.

“Dari materi-materi yang diberikan, saya melihat banyak hal yang sebenarnya sudah dilakukan Pemerintah Kota Jayapura. Apa pun materi yang diberikan, yang paling penting adalah kerja nyata,” ujar Abisai Rollo.
Menurutnya, pelaksanaan Otsus Papua membutuhkan dukungan penuh pemerintah pusat, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran, agar pemerintah daerah dapat lebih maksimal menjalankan pembangunan di wilayah masing-masing.
“Untuk pembangunan di Tanah Papua, harus diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pimpinan daerah dan perangkat OPD agar mereka dapat membangun dengan penuh tanggung jawab dan rasa cinta terhadap tanah ini,” katanya.
Forum tersebut juga menyoroti tantangan efisiensi anggaran yang saat ini dihadapi pemerintah daerah. Meski demikian, para kepala daerah tetap diminta menjaga semangat pembangunan dan memastikan program prioritas masyarakat tetap berjalan.
“Walaupun ada efisiensi, semangat membangun tetap ada. Kota Jayapura memanfaatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebagian besar berasal dari sektor jasa. Namun semangat kami untuk membangun Kota Jayapura tetap berjalan,” kata Abisai.
Dalam pembahasan forum, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemanfaatan dana Otsus Papua. Pemerintah daerah didorong memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat asli Papua melalui berbagai program bantuan pendidikan hingga dukungan biaya studi.
Di Kota Jayapura sendiri, pemerintah daerah telah menjalankan program pendidikan gratis serta bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa asli Papua, khususnya anak-anak Port Numbay.
“Untuk tingkat universitas kami juga membantu biaya perkuliahan. Khusus anak-anak Port Numbay, kami memberikan bantuan biaya studi,” ujarnya.
Selain pendidikan, forum juga membahas penguatan layanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur dasar yang dinilai masih menjadi kebutuhan utama di berbagai wilayah Papua.
Pemerintah daerah juga diminta terus mendukung program-program nasional yang terintegrasi dengan agenda pembangunan Papua, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Merah Putih.
“Kami di Kota Jayapura sudah menjalankan program-program nasional pemerintah pusat, termasuk MBG dan Koperasi Merah Putih,” kata Abisai.
Melalui forum strategis tersebut, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat membangun sinergi yang lebih kuat dalam pengelolaan dana Otsus Papua agar pembangunan di Tanah Papua berjalan lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?