WAMENA, Nokenlive.com – Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, memaparkan arah besar pembangunan daerah tahun 2027 saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Otonomi Khusus (Otsus) di Wamena, Senin (27/4/2026).
Dalam forum yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo tersebut, gubernur menegaskan bahwa pembangunan Papua Pegunungan ke depan akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia, percepatan infrastruktur strategis, serta menjaga stabilitas keamanan daerah.
Jhon Tabo menyebut, kegiatan hari itu memiliki makna penting karena bertepatan dengan tiga momentum sekaligus, yakni satu tahun pemerintahan definitif Papua Pegunungan, peringatan 30 tahun Otsus, dan pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027.
“Ini menjadi momen refleksi sekaligus pijakan untuk menyusun arah pembangunan ke depan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Evaluasi dan Arah Baru Pembangunan
Menurutnya, Musrenbang bukan sekadar agenda perencanaan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi atas kinerja pemerintah selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan, berbagai capaian dan kekurangan telah disampaikan melalui laporan pertanggungjawaban kepada DPR Papua Pegunungan.
Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Bappenas guna memastikan sinkronisasi program antara pusat dan daerah.
“Kolaborasi antara kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat menjadi kunci agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Pendidikan Jadi Prioritas Utama
Salah satu fokus utama yang disiapkan pemerintah provinsi adalah pembangunan sektor pendidikan secara menyeluruh, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.
Program besar di bidang pendidikan ini rencananya akan diluncurkan pada Agustus 2026, dengan tujuan membentuk karakter generasi muda Papua Pegunungan.
“Kita ingin anak-anak di wilayah pegunungan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun daerahnya,” ujar Jhon Tabo.

Infrastruktur Strategis: Jalan dan Bandara
Di sektor infrastruktur, gubernur memberi perhatian serius pada percepatan pembangunan jalan Jayapura–Wamena yang dinilai sangat strategis untuk menekan harga kebutuhan pokok di wilayah pegunungan.
Selama ini, tingginya harga barang dipicu biaya distribusi yang masih bergantung pada transportasi udara. Dengan tersambungnya akses jalan darat, diharapkan harga barang bisa lebih terjangkau.
Selain itu, pengembangan Bandara Wamena juga menjadi perhatian, terutama peningkatan fasilitas terminal dan kelancaran distribusi bahan bakar avtur guna menekan biaya penerbangan.
Kondisi Keamanan Relatif Kondusif
Gubernur juga menilai kondisi keamanan di Papua Pegunungan secara umum masih terkendali. Ia menyebut sekitar 95 persen wilayah dalam kondisi aman, meski masih terdapat gangguan kecil di beberapa titik.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan untuk terus menjaga stabilitas melalui pendekatan dialog dan kekeluargaan.
“Papua adalah tanah damai. Mari kita jaga bersama dengan cara-cara yang baik, bukan dengan kekerasan,” tegasnya.
Tetap Optimistis di Tengah Efisiensi Anggaran
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah provinsi tetap berkomitmen menjalankan program prioritas, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN).
Jhon Tabo memastikan proyek-proyek yang telah berjalan akan diselesaikan hingga tuntas, meski ruang fiskal terbatas.
“Kita tidak ingin pembangunan berhenti di tengah jalan. Apa yang sudah dimulai harus diselesaikan,” katanya.
Menutup keterangannya, gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan bersama-sama membangun Papua Pegunungan menuju masa depan yang lebih baik.
“Papua Tanah Damai bukan sekadar slogan, tetapi harus kita wujudkan bersama,” tutupnya.
(Tundemin/Redaksi)





Apa komentar anda ?