WAMENA, NOKENLIVE.com – Semangat kebersamaan terpancar kuat dalam rangkaian kegiatan Paskah 2026 yang digelar oleh pemuda di Hone Lama, Kabupaten Jayawijaya, pada 29 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan iman, tetapi juga momentum penting dalam mempererat persatuan lintas pemuda gereja dari berbagai dominasi.
Rangkaian kegiatan Paskah tersebut telah dimulai sejak akhir Maret dan akan mencapai puncaknya pada 5 April 2026 mendatang. Berbagai agenda disusun guna membangun solidaritas serta memperkuat hubungan antar pemuda gereja di wilayah tersebut.
Anggota Dewan Kabupaten Jayawijaya, Charles R. Huby, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para pemuda yang dinilai berhasil membangun fondasi kebersamaan yang kuat.
“Tentunya kegiatan Paskah tahun 2026 yang dilakukan oleh pemuda Hone Lama ini sangat luar biasa. Respek kepada pemuda yang mana juga melibatkan teman-teman dari pemuda GKI Lukule Berhuni, pemuda dari Wamaroma, juga pemuda dari Autakmar, serta pemuda Yesus Ninomelago Hone Lama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan langkah awal menuju kegiatan yang lebih besar di masa mendatang.
“Kiranya kegiatan ini menjadi bentuk fondasi awal kita untuk kemudian menuju pada kegiatan-kegiatan event berikut. Jangan sampai kegiatan ini berakhir di sini, tetapi dapat berlanjut pada event-event Natal maupun Paskah berikutnya,” tambahnya.
Charles juga memastikan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap kegiatan kepemudaan seperti ini.
“Kami sebagai pemuda, abang-abang, kakak-kakak, dan tokoh-tokoh tentunya siap selalu mendukung kegiatan seperti begini. Kami selalu ada di belakang dan tetap akan mendukung,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Paskah, Zheo Hilapok, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kebersamaan antar pemuda gereja.
“Paling pertama itu tujuan kami dalam rangka Paskah ini kami buat untuk kebersamaan kita yang paling penting,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini melibatkan pemuda dari empat dominasi gereja yang sebelumnya belum terintegrasi secara maksimal.
“Dari tiga gereja termasuk kami sendiri, ada satu gereja dari empat dominasi, kami mau gabung. Sehingga ke depannya kami bisa kompak dari empat gereja ini,” jelas Zheo.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam perayaan Paskah ini dirancang sebagai sarana untuk merangkul dan menyatukan pemuda.
“Kami buat pertandingan dan kegiatan-kegiatan ini untuk merangkul, supaya pemuda-pemudi kami bisa menjadi satu,” tutupnya.
Kegiatan Paskah di Hone Lama ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kolaborasi berkelanjutan antar pemuda gereja di Kabupaten Jayawijaya. Selain memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman.
(Tundemin – Redaksi MR)





Apa komentar anda ?