JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Kepala UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Jayapura atau Panti Tresna Wedha di Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura, Ferry Kobe menyampaikan laporan langsung terkait fasilitas wisma tinggal di rumah panti jompo tersebut kepada Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Aryoko Rumaropen, Jumat (13/3/2026).
Laporan itu turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Christian Sohilat serta Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua, Djong H. Makanuay.
Dalam laporannya, Ferry Kobe menyampaikan bahwa hingga saat ini UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Jayapura memiliki 12 rumah wisma. Namun dari jumlah tersebut, hanya 10 wisma yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal bagi para lanjut usia.

“Hingga saat ini UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Jayapura atau Panti Rumah Jompo Tresna Wedha memiliki 12 rumah wisma, namun yang dapat dipergunakan hanya 10 wisma tinggal sebab dua wisma sangat perlu untuk diperbaiki,” jelas Ferry dalam laporannya.
Saat ini jumlah lansia yang tinggal di panti tersebut tercatat sebanyak 45 orang.
Dalam wawancara terpisah, Ferry Kobe menjelaskan bahwa apabila seluruh wisma dalam kondisi baik, maka kapasitas tampung panti dapat meningkat secara signifikan.
“Untuk hingga saat ini dari jumlah wisma yang ada maka setidaknya mampu menampung klien Lansia sebanyak 75 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa para lansia yang tinggal di UPTD tersebut harus memenuhi syarat serta kriteria yang telah ditentukan dan dinilai layak untuk tinggal di fasilitas pelayanan sosial tersebut.
Selain menyampaikan kondisi fasilitas, Ferry juga memaparkan sejumlah program yang tengah dipersiapkan oleh pihak UPTD. Salah satunya adalah program pemeliharaan atau peternakan ikan lele yang dirancang sebagai bagian dari terapi psikis bagi para lansia.

Menurut Ferry, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan aktivitas positif bagi para penghuni panti.
“Program pemeliharaan ternak ikan lele ini akan menjadi salah satu bagian terapi psikis bagi para lansia. Kami sangat yakin kegiatan ini akan membantu sehingga para lansia bukan hanya tinggal diam di wisma, tetapi memiliki kegiatan tambahan yang menghasilkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil panen ikan lele nantinya akan dijual dan sebagian hasilnya akan dibagikan kepada para lansia yang tinggal di panti.
“Hasil panen dari penjualan ikan lele ini akan dibagikan kepada para lansia, sehingga menjadi nilai tambah ekonomis bagi mereka,” jelasnya.
Program pembinaan keterampilan melalui peternakan ikan lele tersebut rencananya akan dilaksanakan dengan memanfaatkan dana Otonomi Khusus (Otsus).
Selain program tersebut, UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Jayapura juga menjalankan sejumlah program pelayanan lainnya bagi para lansia, mulai dari pemberian makanan bergizi hingga pelayanan pemakaman apabila terjadi kondisi atau situasi duka.
Secara keseluruhan terdapat tujuh program kegiatan yang dijalankan oleh UPTD tersebut, dan seluruhnya menggunakan dukungan anggaran dari dana Otsus.
(Dwi Andreas Peter Ardianto – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?