WAMENA, NOKENLIVE.COM – Menjelang arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri, maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Wamena mulai melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penambahan frekuensi penerbangan atau extra flight apabila terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang selama periode Lebaran.
Kepala Maskapai Trigana Air Wamena, Maikel Biduri, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Wamena dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan guna memastikan kesiapan angkutan udara.
“Iya juga berkoordinasi dengan pihak UPBU dan hari ini dipanggil oleh Pemda Provinsi. Poinnya adalah kesiapan angkutan aviasi,” ujarnya.

Keterangan Foto : Kepala Maskapai Trigana Air Wamena, Maikel Biduri,saat di wawancarai
Menurut Maikel, arahan dari pihak bandara dan pemerintah daerah menekankan pentingnya kesiapan armada pesawat dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang menjelang Lebaran.
“Dari pihak UPBU maupun Provinsi Papua Pegunungan, prinsipnya antisipasi Lebaran ini memang kesiapan pesawat,” jelasnya.
Selain memastikan kesiapan armada, pihak maskapai juga terus berkoordinasi dengan pengelola bandara terkait kemungkinan penambahan penerbangan guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“Untuk mengoptimalkan angkutan kita juga berkoordinasi dengan pihak bandara untuk extra flight. Kita sudah antisipasi ini semua,” katanya.
Maikel juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Wamena agar mempersiapkan keberangkatan lebih awal, terutama menjelang masa libur Lebaran.
“Harapan kami semoga masyarakat yang akan melakukan perjalanan lewat angkutan udara, kalau bisa mempersiapkan keberangkatannya 2–3 hari sebelumnya dengan data yang sesuai dengan KTP,” ujarnya.
Imbauan tersebut disampaikan karena selama periode Lebaran akan dibentuk Posko Lebaran di Bandara Wamena yang bertugas melakukan pengawasan serta pemeriksaan kelengkapan data penumpang.
“Karena menjelang Lebaran ini ada dibentuk namanya Posko Lebaran di Bandara Wamena. Nah, tugas posko salah satunya adalah memeriksa kelengkapan data-data penumpang. Jadi kalau data penumpang itu tidak sesuai, tidak akan kita berangkatkan,” tegasnya.
Dengan adanya pemeriksaan tersebut, pihak maskapai berharap perjalanan masyarakat dapat berjalan lancar tanpa kendala administrasi.
“Sehingga menjelang hari Lebaran atau hari libur ini, supaya perjalanan masyarakat tidak terganggu, kalau bisa keberangkatannya itu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Saat ini, penerbangan dari dan menuju Wamena masih berjalan normal dengan tiga kali penerbangan setiap hari. Setiap penerbangan memiliki kapasitas sekitar 121 penumpang.
“Selama ini normal tiga flight. Dengan kapasitas angkut sekali terbang itu 121,” ungkapnya.
Namun apabila jumlah penumpang meningkat, maskapai siap menambah frekuensi penerbangan hingga empat kali dalam sehari.
“Tapi kalau penumpang meningkat, kita bikin empat kali,” katanya.
Dengan kapasitas tersebut, dalam kondisi normal maskapai dapat mengangkut sekitar 360 penumpang per hari. Jika dilakukan penambahan penerbangan, jumlah penumpang yang dapat diangkut dapat mencapai sekitar 480 orang per hari.
“Jadi kalau 121 kali tiga flight berarti sekitar 360. Kalau empat flight berarti 480,” jelasnya.
Terkait keluhan masyarakat mengenai harga tiket yang kerap dianggap mahal, Maikel mengimbau agar masyarakat membeli tiket melalui jalur resmi seperti sistem online, agen resmi, maupun loket maskapai.
“Kalau menurut saya, beli saja di sistem online, agen, atau di loket-loket resmi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa apabila ada masyarakat yang merasa membeli tiket dengan harga tidak wajar, pihaknya siap menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kalaupun ada yang mengatakan dia beli mahal, dia bisa langsung bertemu dengan pihak Trigana, dalam hal ini saya, untuk menunjukkan dia beli di mana,” katanya.
Bahkan, ia menyatakan komitmennya untuk memberikan tiket gratis kepada masyarakat yang dapat membuktikan adanya praktik penjualan tiket di luar ketentuan.
“Nanti saya akan berikan hadiah bahwa kalau dia lapor memang benar, terbukti, dan orang itu kita proses, saya akan kasih dia tiket gratis,” tegasnya.
(Tundemin – Redaksi MR )





Apa komentar anda ?