WAMENA, NOKENLIVE.CO – Bandar Udara Kelas I Wamena memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang selama periode libur Idul Fitri 2026. Berbagai langkah strategis telah disiapkan guna menjamin pelayanan penerbangan tetap aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang bepergian dari dan menuju Wamena.
Pihak pengelola bandara menegaskan bahwa Bandara Wamena merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Perhubungan yang terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran transportasi udara di wilayah Papua Pegunungan.
“Bandar Udara Wamena adalah perpanjangan tangan dari Kementerian Perhubungan yang bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah kabupaten dan pemerintah daerah Provinsi Papua Pegunungan,” ungkap Kepala Seksi Teknik Operasi Bandara Wamena, Godlief Sihombing.
Menurutnya, libur Idul Fitri tidak hanya dimanfaatkan oleh umat Muslim, tetapi juga oleh masyarakat umum untuk berbagai keperluan, mulai dari liburan, berkumpul bersama keluarga, hingga aktivitas lainnya.
“Liburan Idul Fitri tahun ini bukan semata-mata hanya bagi umat Islam, tetapi juga dimanfaatkan oleh semua kalangan untuk menikmati masa libur yang kurang lebih berlangsung selama dua minggu,” jelasnya.
Kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya mobilitas penumpang di Bandara Wamena, baik yang datang maupun yang berangkat dari wilayah tersebut.
“Tentu akibat dari itu ada hal-hal yang harus kita tanggapi dengan serius, yaitu adanya lonjakan penumpang baik untuk kebutuhan keluarga, kebutuhan liburan maupun kebutuhan ibadah dari dan menuju Wamena,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, pihak bandara memastikan seluruh fasilitas penerbangan dapat beroperasi secara optimal, termasuk aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Kami memastikan segala fasilitas penerbangan di Wamena, termasuk keamanan penerbangan, dapat beroperasi dengan sempurna,” katanya.
Selain fasilitas, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama agar operasional bandara tetap berjalan maksimal selama masa libur panjang.
“Kesiapan petugas juga kami pastikan dapat beroperasi dengan sempurna dan penuh. Sekalipun ada pegawai yang mudik atau mengambil cuti, kami pastikan personel yang ada tetap memadai dan mencukupi untuk menjalankan seluruh tugas operasional,” jelasnya.
Bandara Wamena juga telah berkoordinasi dengan seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan jadwal penerbangan.
“Kami telah bersinergi dengan semua airline yang beroperasi di Wamena bahwa kami siap menghadapi extra flight maupun extra time di lingkungan Bandar Udara Wamena,” ujarnya.
Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama periode libur, pihak bandara turut menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk aparat keamanan.
“Kami juga bersinergi dengan seluruh stakeholder di Bandar Udara Wamena, baik aparat keamanan seperti kepolisian maupun Pasgat, untuk menciptakan situasi yang kondusif,” katanya.
Selain itu, layanan kesehatan juga disediakan bagi para penumpang melalui posko pelayanan di area bandara.
“Kami bekerja sama dengan karantina kesehatan dan menyiapkan layanan kesehatan gratis bagi penumpang yang ingin memeriksa kadar gula, kolesterol, dan sebagainya di posko Bandar Udara Wamena,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan posko tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi operasional bandara, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan bagi masyarakat luas di wilayah Papua Pegunungan.
“Posko ini dibentuk bukan semata-mata untuk Bandar Udara Wamena, tetapi untuk kita semua, Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan,” katanya.
Di akhir keterangannya, pihak Bandara Wamena berharap seluruh pihak dapat terus menjaga kerja sama dan kolaborasi demi terciptanya transportasi udara yang aman dan nyaman, tidak hanya pada masa Idul Fitri tetapi juga pada momentum besar lainnya.
“Harapan kami, mari kita bersinergi dan berkolaborasi dalam menghadapi masa libur besar seperti Idul Fitri dan juga ke depan saat Natal, demi terciptanya penerbangan yang dinamis, sehat, aman, dan nyaman,” tutupnya.
(Tundemin – redaksi MR)





Apa komentar anda ?