NABIRE, NOKENLIVE.com— Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Perindagkop UMKM) Provinsi Papua Tengah, Noberthus Mote, meresmikan pembukaan Cafe Cartenz yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, Minggu (25/1/2026).
Peresmian Cafe Cartenz ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Dinas Perindagkop UMKM Papua Tengah, Noberthus Mote, yang didampingi Bupati Kabupaten Intan Jaya, Aner Maisini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus membuka lapangan kerja bagi Orang Asli Papua (OAP).
Dalam sambutannya, Noberthus Mote menegaskan bahwa kehadiran Cafe Cartenz memiliki arti penting, khususnya bagi pengembangan usaha kopi di Papua Tengah. Menurutnya, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dan memberikan ruang bagi anak-anak Papua untuk berproses, memperoleh pengalaman kerja, serta mendapatkan penghasilan.
“Ini bagian penting bagi kami, terutama Dinas UMKM Provinsi Papua Tengah, karena usaha-usaha kopi ini masih memberikan penyerapan tenaga kerja bagi anak-anak Papua agar mereka benar-benar berproses dan mengalami pengalaman kerja,” ujar Noberthus Mote.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada inisiator sekaligus Ketua Yayasan Simatoa, Maximus Tipagau yang dikenal dengan sebutan Gladiator. Noberthus menuturkan pengalamannya saat melihat langsung anak-anak Papua yang telah diberdayakan melalui pelatihan, bahkan mampu memperbaiki kendaraan yang sebelumnya tidak dapat digunakan.
“Itu artinya kita sudah memberdayakan anak Papua dan mereka tidak tertinggal lagi. Baik di bidang konsultan, konstruksi, hingga kafe yang juga masuk sektor pariwisata dan UMKM,” katanya.
Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Noberthus Mote menyatakan kebanggaannya dan menilai peresmian Cafe Cartenz sebagai awal kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia pun mengajak para pengusaha yang telah berkembang untuk terus bertumbuh dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong perekonomian daerah.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak hanya fokus pada satu usaha kopi, melainkan seluruh usaha kopi dan UMKM di Papua Tengah agar bersama-sama berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
“Kami harap semua pengusaha Papua dapat membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak Papua, agar mereka mendapatkan pengalaman dan pendapatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Noberthus Mote menekankan pentingnya peran orang Papua dalam membangun ekonomi Papua. Menurutnya, pemerintah telah memberikan ruang seluas-luasnya bagi orang Papua untuk mengembangkan ekonomi di berbagai sektor, khususnya UMKM yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.
“Kalau sektor UMKM tidak kita gerakkan, maka pertumbuhan ekonomi Papua Tengah akan pincang. Kita tidak bisa terus bergantung pada tambang. Oleh sebab itu, sektor UMKM, pertanian, perkebunan, dan perikanan harus terus dikembangkan,” pungkasnya.
(Lisa Rumkorem – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?