ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Minggu, Mei 10, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Ancam Hutan Adat, Perempuan Adat Namblong di Kabupaten Jayapura Tolak Sawit

Ancam Hutan Adat, Perempuan Adat Namblong di Kabupaten Jayapura Tolak Sawit

Oleh : Nokenlive
20 Januari 2026
Di Kabar Daerah, Nasional, Papua Terkini, Provinsi Papua
0
Ancam Hutan Adat, Perempuan Adat Namblong di Kabupaten Jayapura Tolak Sawit

Foto : Istimewa. Keterangan Foto : Masyarakat Adat Suku Namblong di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua melakukan pertemuan guna membahas lahan sawit bersama DPRK Jayapura dan PT Permata Nusa Mandiri, pada Selasa (20/1/2026) di Ruang Bamus.

JAYAPURA,NOKENLIVE.com – Perempuan adat Suku Namblong menolak aktivitas perkebunan sawit PT Permata Nusa Mandiri di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua karena dinilai mengancam hutan adat, ruang hidup masyarakat, serta masa depan perempuan dan anak-anak di wilayah tersebut.

Ketua Organisasi Perempuan Adat Suku Namblong Rosita Tecjuari di Ruang Bamus DPRK Jayapura, pada Selasa (20/1/2026) menjelaskan, masalah ini muncul sejak awal 2022 saat masyarakat mengetahui adanya penggusuran hutan adat oleh perusahaan menggunakan alat berat di wilayah marga Tecjuari.

“Sejak 6 Januari 2022 alat berat masuk, lalu 10 Januari pembongkaran berjalan,” kata Rosita.

Ia menyebut, sekitar 100 warga mendatangi Bupati Jayapura pada 7 Maret 2022 untuk menyampaikan surat protes dan meminta penghentian aktivitas perusahaan, namun hingga akhir masa jabatan, mereka tidak pernah bertemu langsung.

“Kami kecewa karena perusahaan tidak pernah menghadirkan pimpinan. Yang datang hanya manajemen. Ini menunjukkan mereka tidak serius menghargai pemerintah dan masyarakat adat,” ujar Rosita menegaskan.

Menurutnya, penolakan bukan sekadar soal lahan, tetapi soal keberlanjutan hidup. Hutan adat menjadi ruang hidup manusia, sungai, ikan, burung cenderawasih, kasuari, serta berbagai flora dan fauna yang tidak mungkin hidup di kebun sawit.

“Kami tidak bisa hidup dari sawit. Kami ingin hutan tetap lestari untuk anak cucu, karena di sanalah semua makhluk hidup bergantung,” kata Rosita mewakili perempuan dan anak-anak Namblong.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRK Jayapura Petrus Hamokwarung mengatakan pihaknya menerima surat Dewan Adat Suku Namblong pada awal Januari 2026 dan kini masih mempelajari dokumen perizinan PT Permata Nusa Mandiri.

“Perusahaan memang mengantongi izin sejak 2014. Tapi yang sudah dikerjakan sekitar 39 hektare, sementara izin mencapai sekitar 10.000 hektare, dan sebagian besar berada di wilayah adat ini,” kata Petrus.

Manajer Operasional PT Permata Nusa Mandiri Fahmi Fais menyebut total lahan kelola perusahaan mencapai 10.370 hektare di Distrik Unurumguay dan Nimbokrang.

“Distrik Unurumguay luasannya 8.204 hektar dan Nimbokrang 2.166 hektar, dan hingga saat ini belum ada pelepasan tanah dari pemilik hak ulayat di Nimbokrang,” katanya.

(Dwi – Redaksi DA)

Tags: Bupati JayapuraDewan Adat Suku NamblongDistrik UnurumguayDPRK Jayapurakabupaten jayapuraNimbokrangOrganisasi Perempuan Adat Suku NamblongProvinsi PapuaPT Permata Nusa MandiriSuku NamblongTolak Kebun Sawit
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Natal Keluarga Besar Polda Papua: Kapolda Tekankan Kesuksesan Dimulai dari Keluarga

Berita Selanjutnya

Putusan MK Pertegas Perlindungan Wartawan, JMSI: Langkah Penting Cegah Kriminalisasi Pers

Berita Terkait

Ricuh Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC, 3 Truk Polisi, Ambulans Dibakar, Puluhan Kendaraan Warga Hilang Dan Dibakar
Hukum dan Kriminal

Ricuh Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC, 3 Truk Polisi, Ambulans Dibakar, Puluhan Kendaraan Warga Hilang Dan Dibakar

Peluk Erat Persipura, Gubernur Papua Tengah Undang Seluruh Pemain ke Nabire
Kabar Daerah

Peluk Erat Persipura, Gubernur Papua Tengah Undang Seluruh Pemain ke Nabire

Polisi Gerak Cepat Lakukan Penanganan Kericuhan Usai Laga Playoff Persipura Vs Adyaksa Fc Di Stadion Lukas Enembe
Dari TKP

Polisi Gerak Cepat Lakukan Penanganan Kericuhan Usai Laga Playoff Persipura Vs Adyaksa Fc Di Stadion Lukas Enembe

Wagub Papua Pegunungan Tegas Tolak Perang Suku: “Papua Tidak Bisa Terus Kehilangan Anak-Anaknya”
Kabar Daerah

Wagub Papua Pegunungan Tegas Tolak Perang Suku: “Papua Tidak Bisa Terus Kehilangan Anak-Anaknya”

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua