WAMENA-NOKENLIVE.com– Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, S.E., M.M., menegaskan sikap tegas Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam menolak segala bentuk perang suku dan konflik horizontal yang terus terjadi di wilayah pegunungan Papua.
Pernyataan tersebut disampaikan Ones Pahabol usai menghadiri peluncuran Jayawijaya Community Gateway di Wamena, saat diwawancarai awak media di sela-sela akhir kegiatan, Jumat (08/05/2026).
Dalam keterangannya, Ones menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin konflik suku terus berulang karena dampaknya sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, pelayanan publik, pendidikan, hingga masa depan pembangunan Papua Pegunungan.
“Kami pemerintah provinsi dengan sikap tegas bahwa namanya perang suku itu tidak boleh ada lagi di Papua Pegunungan ini,” tegas Ones Pahabol.
Menurutnya, pemerintah bersama gereja, tokoh adat, tokoh intelektual, dan seluruh elemen masyarakat selama ini telah berupaya meredam berbagai konflik yang terjadi. Namun, persoalan lanjutan seperti tuntutan pembayaran dan konflik berkepanjangan masih terus muncul di tengah masyarakat.
Ones menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kedamaian daerah. Ia menilai seluruh pihak harus bersatu dan kembali mengedepankan nilai kemanusiaan serta ajaran Tuhan dibanding kepentingan kelompok.
“Kami pemerintah tidak sendirian, tetapi di bawah kuasa Tuhan. Jadi kita harus ikut hukum Tuhan daripada hukum manusia yang berubah-ubah,” ujarnya.
Dalam wawancara tersebut, Ones juga menyinggung berbagai peristiwa duka yang terjadi belakangan ini, termasuk musibah hanyutnya warga akibat jembatan putus yang dikabarkan menelan banyak korban.
Ia mengaku sangat prihatin karena setiap nyawa masyarakat Papua memiliki arti besar bagi masa depan daerah.
“Kami sedih dan turut berduka cita. Satu orang saja itu kerugian besar bagi kita, apalagi kalau korban sampai banyak,” katanya.
Menurut Ones, baik korban akibat perang suku maupun korban musibah lainnya harus menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih menjaga persatuan dan menghindari konflik yang merugikan banyak pihak.
Ia juga menyoroti fakta bahwa banyak masyarakat yang sebenarnya tidak terlibat konflik justru ikut menjadi korban situasi sosial yang tidak kondusif.
“Ada beberapa orang yang tidak berdosa dan tidak salah, tetapi ikut menjadi korban. Ini yang sangat menyedihkan,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan itu menilai perang suku tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan aktivitas masyarakat secara luas.
Menurutnya, setiap kali konflik terjadi, sekolah dihentikan, jalan dipalang, toko dan kios tutup, bahkan aktivitas pemerintahan ikut terganggu.
“Kalau konflik terjadi, anak sekolah dihentikan, kantor tidak jalan, toko dan kios tutup. Kerugiannya sangat besar,” tegas Ones.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menjadi hambatan serius bagi percepatan pembangunan Papua Pegunungan yang saat ini sedang didorong pemerintah pusat maupun daerah.
Karena itu, Ones meminta seluruh kepala daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di delapan kabupaten Papua Pegunungan untuk duduk bersama membangun komitmen perdamaian.
“Kita harus bicara bersama, gereja harus satu, tokoh adat harus satu, pemerintah juga satu untuk menolak perang suku ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ones Pahabol menegaskan bahwa Papua Pegunungan membutuhkan situasi aman dan damai agar masyarakat dapat mengejar kemajuan di bidang pendidikan, ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, masyarakat Papua Pegunungan harus mulai meninggalkan budaya konflik dan beralih membangun masa depan generasi muda.
“Kita harus memberikan masyarakat tatanan hidup yang bagus supaya kemajuan ini bisa kita kejar,” katanya.
Di akhir keterangannya, Ones mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan untuk hidup berdampingan, saling menjaga, dan membangun daerah dengan penuh damai serta sukacita.
“Sesuai kehendak Tuhan, kita harus hidup berdampingan, menjadi satu, membangun negeri ini dengan damai sejahtera, penuh sukacita, dan memajukan anak-anak kita sama seperti daerah lain di dunia,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap seluruh masyarakat dapat mengutamakan dialog, persaudaraan, dan perdamaian demi terciptanya stabilitas keamanan yang mendukung percepatan pembangunan di wilayah pegunungan Papua.
(Tundemin Kogoya – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?