JAYAWIJAYA, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengambil langkah tegas menyikapi meningkatnya aksi kriminalitas di Kota Wamena dan sekitarnya. Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere memastikan pemerintah bersama aparat keamanan akan segera menggelar inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran guna menekan tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Ronny Elopere saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026). Ia menyoroti maraknya kasus penjambretan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga aksi perampasan yang dinilai mulai mengganggu rasa aman warga di Wamena.
“Dalam waktu dekat kami akan lakukan sidak besar-besaran. Pemerintah tidak tinggal diam. Penertiban akan terus dilakukan demi memastikan keamanan kota ini tetap terjaga,” tegasnya.
Menurut Ronny, kondisi keamanan yang mulai tidak kondusif harus segera ditangani agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Ia menilai aksi kriminal jalanan bukan hanya merugikan korban, tetapi juga mencoreng citra Wamena sebagai pusat aktivitas masyarakat di wilayah pegunungan Papua.
Selain menegaskan langkah penindakan, Wakil Bupati juga menyampaikan peringatan keras kepada para pelaku kriminal, khususnya generasi muda yang dinilai mulai terpengaruh perilaku negatif.
Ia mengaku prihatin karena banyak anak muda terlibat dalam aksi penjambretan, pencurian motor, hingga perampasan telepon genggam. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum negara, tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, budaya, dan ajaran agama.
“Kepada anak-anak dan adik-adik kami yang masih berpikiran jahat dan merugikan orang lain, saya ingatkan itu perbuatan berdosa. Kalau hari ini menyusahkan orang lain dengan mencuri motor atau merampas HP, suatu saat akan merasakan hal yang sama,” ujarnya.
Ronny juga menyoroti peredaran dan konsumsi minuman keras (miras) yang disebut menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya gangguan keamanan dan konflik sosial di Wamena. Menurutnya, alkohol sering menjadi penyebab pertikaian hingga jatuhnya korban jiwa.
“Orang mabuk tidak lagi melihat saudara atau keluarga. Semua jadi kacau. Banyak korban jiwa terjadi hanya karena pengaruh alkohol,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan penertiban terhadap peredaran miras demi melindungi generasi muda dari dampak negatif alkohol yang dinilai merusak masa depan dan hubungan sosial masyarakat.
Meski langkah penertiban kerap menuai kritik di media sosial, Ronny mengaku tetap konsisten menjalankan kebijakan demi kepentingan masyarakat luas.
“Walaupun ada yang mengkritik saya di media sosial, saya tetap pada prinsip bahwa minuman keras membawa dampak buruk. Kita ingin ada perubahan nyata untuk Jayawijaya,” tegasnya lagi.
Di akhir keterangannya, Ronny Elopere mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga keluarga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Wamena.
Menurutnya, keamanan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat demi menciptakan Jayawijaya yang aman, damai, dan bermartabat.
“Kita ingin perubahan nyata untuk Jayawijaya. Sayangi diri sendiri, jaga sesama, dan mari bersama-sama membangun daerah ini agar lebih baik,” pungkasnya.
(Tundemin Kogoya/Redaksi)





Apa komentar anda ?