NABIRE — NOKENLIVE.com- Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar upacara peringatan 24 tahun Otonomi Khusus (Otsus) di eks Bandara Lama Nabire, Jumat (21/11). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, yang menegaskan bahwa dua dekade lebih perjalanan Otsus merupakan momentum penting untuk berbenah dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Geley menekankan bahwa perjalanan Otsus bukanlah proses yang singkat. “Dalam perjalanan ini kita belajar membenahi, mengintrospeksi, dan membangun harapan masyarakat Papua agar bisa menikmati pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang semakin terang,” ujarnya.
Geley menjelaskan bahwa Otsus diberikan kepada Tanah Papua melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001—bukan 28 seperti sempat disampaikan sebelumnya—yang kemudian diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021. Regulasi tersebut memperkuat kewenangan pemerintah daerah dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Otsus, lanjutnya, berlandaskan UUD 1945 sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan negara terhadap daerah yang memiliki kekhususan, seperti Papua, Papua Barat, Aceh, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wagub Geley menekankan bahwa Otsus bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kelembagaan pemerintahan. Ia menyebut berbagai kemajuan telah dicapai selama 24 tahun implementasi Otsus, meski sejumlah evaluasi masih perlu disempurnakan.

Melalui UU Nomor 2 Tahun 2021, arah pembangunan dan pemberdayaan masyarakat adat semakin diperkuat. Geley menegaskan bahwa tujuan besar Otsus adalah menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan kemandirian daerah, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal. “Generasi muda Papua harus memiliki daya saing, dan Papua Tengah berkomitmen mempercepat peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub mengajak seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, serta semua elemen daerah untuk menjaga komitmen bersama pemerintah agar pemanfaatan dana Otsus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Dana tersebut, tegasnya, harus menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, air bersih, infrastruktur, serta ekonomi rakyat.
“Pemanfaatan dana Otsus harus transparan. Penguatan monitoring akan menghasilkan hal yang luar biasa. Ini akan terwujud jika kita bersama-sama menunjukkan komitmen untuk mewujudkan Papua Tengah yang sehat, bermartabat, dan hebat,” tutup Geley. ( Lisa Rumkorem – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?