ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Selasa, Mei 26, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Ibu Hamil Irene Sokoy Meninggal Setelah Ditolak Tiga Rumah Sakit, Keluarga: ‘Dari RS ke RS, Tidak Ada yang Menerima’

Ibu Hamil Irene Sokoy Meninggal Setelah Ditolak Tiga Rumah Sakit, Keluarga: ‘Dari RS ke RS, Tidak Ada yang Menerima’

Ibu Hamil Irene Sokoy Meninggal Setelah Terlantar di Beberapa RS, Keluarga Soroti Lemahnya Koordinasi dan Hambatan Administrasi

Oleh : Nokenlive
21 November 2025
Di Hukum dan Kriminal, Kabar Daerah, Kabar Port Numbay, Kesehatan, Papua Terkini, Provinsi Papua
0
Ibu Hamil Irene Sokoy Meninggal Setelah Ditolak Tiga Rumah Sakit, Keluarga: ‘Dari RS ke RS, Tidak Ada yang Menerima’

Foto : Istimewa. Keterangan : Ivon Kabey, Ipar Almarhum Irene Sokoy Saat Memaparkan Kronologis Lengkap Meninggalnya Almarhumah Irene Sokoy Bersama Bayinya.

JAYAPURA — NOKENLIVE.com– Seorang ibu hamil bernama Irene Sokoy, warga RW 2 Kensio, Kampung Hobong, meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya setelah melalui serangkaian penolakan layanan medis di beberapa rumah sakit pada malam kejadian ada Selasa (18/11/2025). Pihak keluarga mengungkap kronologi lengkap peristiwa ini melalui keterangan Ivon Kabey, ipar almarhumah, saat diwawancara pada Jumat (21/11/2025).

Kronologi Menurut Keluarga

Menurut keluarga, proses dimulai pada pukul 15.00 WIT, ketika korban dibawa dari Kensio menuju RSUD Yowari. Sekitar pukul 16.00 WIT, perawat menyampaikan bahwa Irene telah memasuki pembukaan enam dan air ketuban sudah pecah. Proses persalinan kemudian ditunggu.

Memasuki pukul 22.00 WIT, kondisi Irene disebut semakin kesakitan dan gelisah. Keluarga menyampaikan bahwa meskipun pembukaan telah lengkap, posisi bayi tidak kunjung turun ke jalan lahir. Perawat juga memberi informasi bahwa ukuran bayi diperkirakan besar, sekitar empat kilogram, sehingga persalinan normal dinilai sulit.

Keluarga meminta rujukan segera dibuat. “Perawat bilang rujukan akan dibuat, kami diminta tunggu sampai jam 11 malam. Tapi prosesnya lama sekali, jadi kami desak dipercepat,” ujar Ivon Kabey. Menurut keluarga, rujukan baru selesai mendekati pukul 24.00 WIT.

Ambulans Terlambat, RS Pertama Menolak

Setelah rujukan selesai, keluarga bersiap ke RS Dian Harapan, namun ambulans yang hendak digunakan terkendala karena petugas tidak berada di tempat. Mobil baru siap sekitar pukul 01.22 WIT.

Setibanya di RS Dian Harapan, keluarga mengatakan bahwa pasien tidak dapat diterima. “Mereka bilang ruang penuh dan tidak ada dokter anestesi. Padahal kondisi Irene sudah sangat lemah,” ungkap keluarga.

Ditolak Lagi di RS Abepura

Keluarga kemudian menuju RS Abepura, namun kembali ditolak. Alasan yang diterima keluarga adalah bahwa ruang bersalin sedang dalam proses renovasi.

Keluarga mengaku kecewa dengan minimnya koordinasi. “Perawat yang antar tidak koordinasi dulu. Kami hanya disuruh pindah lagi dan lagi, tapi tidak ada yang mau terima,” kata Ivon.

RS Bhayangkara: Ada Ruang Khusus, Diminta Uang Muka Rp4 Juta

Dari RS Abepura, ambulans mengarah ke RS Bhayangkara. Dokter sempat memeriksa kondisi pasien, dan dua perawat memeriksa Irene di dalam ambulans. Saat itu, korban disebut sudah sangat kesakitan dan mengalami sesak napas.

Keluarga diarahkan untuk melakukan pendaftaran. Namun, menurut keluarga, mereka mendapat informasi bahwa ruang kelas umum penuh dan hanya tersedia ruang kelas khusus dengan kewajiban menyerahkan uang muka Rp4 juta.

“Kami tidak punya uang saat itu. Kami mohon supaya ditangani dulu karena kondisi Irene sudah gawat sekali, tapi tetap tidak bisa,” ujar keluarga.

Dokter kemudian menuliskan rujukan lanjutan. Saat keluarga keluar dari RS Bhayangkara untuk mencari rumah sakit berikutnya, kondisi Irene semakin memburuk. Di kawasan Entrop, ia mengalami kejang.

Karena rumah sakit tujuan berikutnya dianggap terlalu jauh, keluarga memutuskan kembali ke RS Bhayangkara.

Meninggal Dunia Saat Kembali ke RS

Irene kembali tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 05.00 WIT. Namun nyawanya tidak tertolong. Keluarga mengatakan bahwa saat masuk kembali ke rumah sakit, Irene sudah mengeluarkan busa dari mulut.

“Dia sudah tidak bergerak. Di situ dokter bilang Irene dan bayinya sudah meninggal,” ujar keluarga dengan suara bergetar.

Harapan Keluarga

Keluarga menyampaikan duka mendalam atas kehilangan dua nyawa sekaligus dan berharap kejadian ini menjadi perhatian serius semua pihak.

“Kami hanya berharap tidak ada lagi ibu yang harus meninggal karena bolak-balik ditolak rumah sakit. Kami benar-benar hancur melihat semua yang terjadi,” kata Ivon Kabey.

Keluarga menilai serangkaian hambatan pelayanan medis, kurangnya koordinasi antar fasilitas kesehatan, keterlambatan ambulans, hingga kendala administrasi turut memperburuk kondisi korban hingga berujung pada kematian. (Redaksi -DA)

Tags: Dinas Kesehatan Kabupaten JayapuraDinas Kesehatan Kota JayapuraDinas Kesehatan Provinsi Papua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Peringatan 24 Tahun Otsus, Wagub Papua Tengah Ajak Semua Elemen Perkuat Komitmen Pembangunan

Berita Selanjutnya

Gubernur Fakhiri Dorong Kolaborasi Pemda–Kadin Guna Majukan Ekonomi Papua

Berita Terkait

Gubernur dan Wagub Papua Tengah Tiba di Ilaga, Hadiri 1 tahun Kepemimpinan Elvis–Naftali dan Resmikan Guest House ELTA
Kabar Daerah

Gubernur dan Wagub Papua Tengah Tiba di Ilaga, Hadiri 1 tahun Kepemimpinan Elvis–Naftali dan Resmikan Guest House ELTA

Patah Panah di Wamena: Di Depan Pemerintah Pusat, Lani–Woma Akhiri Konflik dan Ikrar Tidak Akan Perang Lagi
Kabar Daerah

Patah Panah di Wamena: Di Depan Pemerintah Pusat, Lani–Woma Akhiri Konflik dan Ikrar Tidak Akan Perang Lagi

Komisi A DPR Kota Jayapura Tinjau Kampung Enggros, Kepala Kampung Soroti Implementasi Perda
Kabar Daerah

Komisi A DPR Kota Jayapura Tinjau Kampung Enggros, Kepala Kampung Soroti Implementasi Perda

Kampung Tahima Soroma Perkuat SDM Aparat dan Bamuskam demi Pertahankan Status Kampung Mandiri
Kabar Daerah

Kampung Tahima Soroma Perkuat SDM Aparat dan Bamuskam demi Pertahankan Status Kampung Mandiri

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua