JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Dokter Gigi (drg) Juliana Napitupulu mengatakan, penyakit inspeksi saluran pernapasan akut atau ISPA masih berada di peringkat pertama diderita warga Kota Jayapura dalam kurun waktu semester pertama di Tahun 2025.
Hal tersebut dikatakan ketika hadiri kegiatan pemberian makanan tambahan oleh Wali Kota Jayapura bekerja sama dengan Unicef Perwakilan Papua di Posyandu Wijaya Kusuma Kotaraja Dalam pada selasa, (19/8/2025).
Kata Juliana Napitupulu, untuk data kasus ISPA(inpeksi saluran pernapasan akut) di Kota Jayapura sebagai berikut:
Baca juga: Peringati Hari TB se Dunia Dinas Kesehatan Kota Jayapura Gelar Aksi Bagi-Bagi Stiker
- Balita 0-5 Tahun 25.356
- Anak 5- 9 Tahun 10.787
- Remaja/Dewasa 9-60 Tahun 29.897
- 60 Tahun keatas 4.829
“Total keseluruhan angka kasus ISPA di Kota Jayapura sejak Januari hingga Juni 2025 mencapai 30.029 kasus,” ungkapnya.
Menurut Juliana, jika dibandingkan dengan Tahun 2024 lalu di bulan yang sama, yakni Januari hingga Juni 2024 ada 37.798 kasus, dimana kategori balita 0-5 tahun 13.759, Anak 5-9 Tahun 5.787, remaja atau dewasa 9-60 Tahun 15.696 dan 60 tahun ke atas 2.560 kasus.
Baca juga: Kota Jayapura Mulai Terapkan Rekam Medis Secara Elektronik, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan
“Secara keseluruhan kasus ISPA mencapai 37.798 kasus. Dari data di atas dapat dikatakan kasus ISPA di Kota Jayapura dalam semester pertama 2025 alami penurunan bila di bandingkan Tahun lalu,” jelasnya.
Dia mengatakan, penyebab masih tingginya kasus ISPA di Jayapura, dikarenakan beberapa faktor, yakni masalah lingkungan sekitar yang kurang bersih dan terawat, sirkulasi udara di dalam rumah warga yang perlu diperhatikan dan sebagainya.
Rata-rata kasus ISPA (inspeksi saluran pernapasan akut) ini merata di semua distrik yang ada di wilayah Kota Jayapura. Hal lain nya adalah faktor cuaca yang tak menentu atau berubah ubah juga berkontribusi bagi meningkatnya kasus ISPA di Jayapura.
Sementara itu, ditanya soal penyakit menular yang paling tinggi, Kata Juliana, untuk kasus HIV / AIDS dan penyakit menular lainnya tetap jadi perhatian Dinas Kesehatan dan berharap warga tetap jaga pola hidup sehat, terutama setia pada pasangannya agar terhindar dan dapat menekan kasus penyebaran HIV/AIDS di Kota Jayapura.
Baca juga: Pemulihan Kesehatan Pada Momentum Hut Kota Jayapura ke-112
“Penyakit menular, kami beri perhatian untuk penanganan kasus stunting atau kurang gizi bagi anak di Kota Jayapura. Selain itu, masih tinggi, untuk perlu sinergitas dari berbagai pihak dalam rangka menurunkan kasus stunting kedepannya,” ujarnya. (Melviandres Pamanggori/Fredik)





Apa komentar anda ?