WAMENA, NOKENLIVE.com– Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menyampaikan sikap tegas pemerintah terhadap maraknya kasus pembunuhan di wilayah pegunungan. Ia menolak keras praktik penyelesaian kasus dengan pembayaran denda yang di bebankan kepada pemerintah yang selama ini dianggap sebagai jalan keluar.
“Mulai sekarang pemerintah tidak akan bayar lagi. Bupati tidak bayar, gubernur dan wakil gubernur juga tidak bayar. Kalau kita terus bayar, sama saja kita ikut program iblis,” tegas Pahabol dalam sambutannya pada Retreat Pemuda GIDI Wilayah Bogo di Wamena, Selasa (19/8/2025).
Menurutnya, penyelesaian kasus dengan uang hanya memperpanjang persoalan dan membuka ruang bagi kekerasan baru. Ia mendorong agar generasi muda Papua Pegunungan meninggalkan tradisi lama yang identik dengan tindak kekerasan.
“Pembunuhan harus dihentikan. Anak-anak muda jangan ikut lagi dalam komunitas kekerasan. Kita harus masuk komunitas yang baik, mengejar hati Tuhan. Jangan ulangi kebiasaan lama,” pesannya.
Pahabol juga menyinggung soal stigma buruk yang selama ini melekat pada masyarakat pegunungan. Ia menilai, generasi baru harus menjadi teladan dan tampil sebagai pribadi yang utuh di hadapan Tuhan.
“Orang selalu menilai orang gunung seperti ini, seperti itu. Saya ingin stigma itu dipatahkan. Generasi kita harus sempurna,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengajak gereja, tokoh adat, serta masyarakat untuk mendidik anak muda agar mampu menjaga kehidupan, bukan menebar kekerasan.
“Pemerintah dan gereja sudah sepakat. Kita kasih hati yang baik kepada generasi ini. Mari kita hidup damai, bukan saling membunuh,” ucapnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pahabol menyatakan bahwa bersama Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, pihaknya akan mengupayakan lahirnya peraturan daerah khusus yang mengatur penghentian budaya membayar denda untuk kasus pembunuhan.
“Kalau kita terus bayar, kita tidak pernah keluar dari lingkaran setan pembunuhan. Sudah saatnya budaya ini dihentikan,” tegasnya menutup pernyataan. (Redaksi NL/Fredik).





Apa komentar anda ?