BANDUNG,NOKENLIVE.com– Wakil Gubernur (Wagub) Papua Pegunungan Ones Pahabol baru saja menyelesaikan sebuah perjalanan batin dan intelektual selama 5 hari dalam kegiatan Retreat Kepala Daerah Gelombang II di Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan Retreat Kepala Daerah Gelombangan II ini dilaksanakan pada Minggu (22/6/2025) sampai dengan Kamis (26/6/2025). Pembukaan retreat ini dilakukan pada Senin (23/6/2025) oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya.
Bukan sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang reflektif dan transformatif yang menyentuh nurani, memperkuat integritas serta membangun solidaritas antar pemimpin daerah dari seluruh Indonesia.
Dalam wawancara eksklusif bersama Nokenlive.com, Ones Pahabol menyebut bahwa 5 hari di IPDN bukan hanya padat materi dan penuh disiplin, tetapi juga meninggalkan kesan yang dalam dan nilai-nilai luhur yang memperkaya cara pandang kepemimpinannya.
“Kita ini para kepala daerah, tapi di sana semua dilepas, ajudan di luar, fasilitas mewah ditiadakan. Kami bangun jam 05.00 pagi, olahraga, cuci pakaian sendiri, makan pakai aba-aba. Ini melatih kembali jiwa melayani, bukan dilayani,” kenangnya.
Tempat Belajar Setara dan Penuh Keakraban
Kegiatan ini juga mempertemukan para gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh penjuru nusantara dalam suasana yang cair dan setara.
Tidak ada protokol khusus. Tidak ada pembeda jabatan, yang ada hanyalah semangat kebersamaan dan kemauan untuk saling belajar.

“Saya jadi mengenal banyak kepala daerah dari provinsi lain. Kita saling diskusi, saling bertanya, bahkan bercanda di meja makan. Ternyata kita semua punya harapan dan beban yang sama, bagaimana membawa perubahan nyata untuk rakyat,” kata Pahabol.
Ones menyampaikan, selama 5 hari, para peserta ditempa dengan disiplin ketat ala IPDN dan dibekali materi strategis dari para menteri dan pejabat tinggi negara.
Fokusnya adalah penguatan peran kepala daerah dalam mengakselerasi delapan program prioritas nasional antara lain, kesehatan, pangan dan gizi, pendidikan, ekonomi serta keamanan.
“Saya sangat tersentuh. Program nasional itu harus dipadukan dengan program daerah, agar tepat sasaran. Kami di Papua Pegunungan harus mengejar, mengontrol, dan memastikan masyarakat betul-betul merasakan dampaknya,” jelasnya.
Ones menambahkan, retreat ini memberi peringatan tegas bagi setiap kepala daerah untuk tidak menunda atau mengabaikan arah pembangunan nasional yang telah digariskan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Sekarang bukan lagi soal proyek seremonial, tapi menyentuh langsung rakyat. Kami pulang dari sini dengan kesadaran baru, yakni bekerja cepat, tepat, dan bersama,” ujarnya.
Sertifikat, Kesan dan Janji Baru
Kegiatan ini ditutup dengan pemberian pin dan sertifikat resmi kelulusan, seolah mewakili proses wisuda mini para kepala daerah yang telah kembali digembleng.
Ones menganggap itu bukan sekadar simbol, tapi pengingat moral untuk terus melayani rakyat tanpa pamrih.

“Kami bersyukur. Terima kasih atas semua doa masyarakat Papua Pegunungan. 5 hari yang singkat ini telah membentuk semangat baru di hati saya. Kami siap kembali dan bekerja lebih keras untuk rakyat,” ujarnya penuh haru.
Mantan Bupati Yahukimo ini mengatakan, inti dari kegiatan ini adalah kesadaran untuk kembali ke akar pengabdian, yakni sebagai pelayan masyarakat.
“Saya dan bapak gubernur bukan datang untuk duduk di kursi kuasa. Kami datang untuk berjalan bersama rakyat, tidur bersama rakyat, mendengar, dan melayani. Karena hanya dengan merendah, kita bisa mengangkat martabat orang lain,” bebernya.
Retreat Kepala Daerah bukan hanya agenda pelatihan, tetapi momentum membangun jiwa baru kepemimpinan yang rendah hati, berpandangan luas, dan berkomitmen melayani.
Kisah Ones Pahabol menjadi contoh bahwa setiap pemimpin, di mana pun berada, harus selalu siap kembali ke akar, yakni masyarakat. (Redaksi/Fredik).





Apa komentar anda ?