Yahukimo, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama enam kementerian Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Yahukimo, Kamis (12/6/2025), dalam rangka mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan di wilayah Papua Pegunungan.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, yang hadir di dampingi langsung oleh Istri Ny.Yuliana K. Pahabol sebagai Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Papua Pegunungan bersama delegasi dari Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Transmigrasi, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM serta Sejumlah Investor.
Kedatangan rombongan disambut secara budaya oleh Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, Wakil Bupati Esau Miram, unsur DPRD, pimpinan OPD, serta masyarakat. Sebagai bentuk penghormatan, Wakil Gubernur Ones Pahabol dikenakan mahkota burung cenderawasih, dan seluruh tamu kementerian diberi tas noken khas Papua Pegunungan.
Dalam kunjungan tersebut, dua program strategis menjadi sorotan utama:
- Pengembangan Kawasan Pertanian Moruku seluas 4.000 hektar yang dirancang sebagai pusat sentra pangan untuk wilayah Papua Pegunungan.
- Pencanangan Pembangunan 10.000 Rumah Rakyat di kawasan Dekai-Moruku, yang ditandai dengan peletakan batu pertama.

Di lokasi Moruku, Wagub Pahabol dan rombongan kementerian meninjau langsung lahan pertanian sekaligus menyaksikan proses penggilingan padi menjadi beras, sebuah bukti bahwa sektor pertanian mulai bergerak menuju skala produksi lokal yang mandiri.
“Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun Papua Pegunungan secara berkelanjutan, dengan fokus pada kedaulatan pangan dan hunian layak bagi masyarakat,” ujar Dr. Ones Pahabol.
Wagub Pahabol juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia dan jajaran kementerian, atas perhatian khusus yang diberikan kepada Provinsi Papua Pegunungan sebagai daerah otonomi baru (DOB).

“Kami bersyukur bahwa mimpi rakyat Papua Pegunungan mulai dijawab. 10.000 rumah untuk masyarakat di Provinsi Papua pegunungan dan 4.000 hektar sawah adalah awal dari lompatan besar pembangunan yang harus terus kita kawal bersama,” tandasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik balik pembangunan yang merata di kawasan pegunungan, memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian bagi masyarakat asli Papua. ( Redaksi NL )





Apa komentar anda ?