WAMENA, NOKENLIVE.Com – Sabtu pagi biasanya menjadi waktu untuk berolahraga atau berkumpul bersama keluarga. Namun bagi Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, dan istrinya, pagi itu justru menjadi momen untuk mengetuk hati banyak orang.
Usai berolahraga, tanpa rencana resmi, keduanya memutuskan melangkah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayawijaya. Tepat pukul 08.46 WIT, mereka tiba, disambut hangat oleh dokter jaga, Mia Rumateray. Tidak ada pengumuman sebelumnya, tidak ada protokoler yang berlebihan. Kunjungan ini murni spontan, lahir dari panggilan hati.
Langkah pertama mereka membawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pandangan Wakil Gubernur dan Ibu tertuju pada seorang bapak yang terbaring lemah di ujung ruangan, sisi kanan pintu masuk. Mereka mendekat, menyapa, dan menanyakan keluhan yang diderita.
Usai menyalami tangan pasien, Wagub Ones Pahabol mengajak pasien tersebut untuk Berdoa bersama.
“Saya Berdoa Yah…Bapak, Bapak harus percaya, oleh Kuasa Darah Yesus, Bapak akan sembuh,” ucapnya penuh keyakinan.
Setelah Berdoa Ia juga menyelipkan sedikit berkat dari sakunya dan memberikannya kepada anak sang bapak yang menjaga. “Ini pakai beli bapak punya minuman atau makanan yang bapa dia mau. Ini tidak seberapa, tapi Doa jauh lebih penting.” Katanya.
Beberapa pasien yang melihat momen itu tak kuasa menahan air mata. mereka tak menyangka orang nomor dua di Provinsi Papua Pegunungan itu akan mengunjungi mereka dan mendoakan mereka.
“Bapak orang baik… Tuhan berkati Bapa. Terima kasih sudah mendoakan anak kami yang sakit,” ujar salah seorang bapak asal kabupaten nduga yang anaknya sakit dan baru saja di Doakan oleh Bapak Ones Pahabol dan istri.
Sama halnya dengan Bapak Mekilus Wenda, yang dirawat di ruangan umum rumah sakit wamena yang mengaku senang dan bersyukur karena ia boleh di kunjungi dan di doakan secara langsung oleh Wakil Gubernur Ones Pahabol.
“Tadi itu saya kira orang biasa biasa saja yang datang tapi ternyata bapak Wakil Gubernur dan Ibu jadi saya senang sekali, Terima Kasih karena beliau sudah berdoa untuk saya, dan saya sudah sembuh sebentar dokter datang pasti saya sudah bisa pulang. saya akan bersaksi di gereja bahwa saya sakit dan Bapak Wakil Gubernur datang dan Berdoa saya,” kata Melkilus penuh semangat.

Kunjungan berlanjut ke bangsal anak. Kehadiran Wakil Gubernur dan istri mengubah suasana. Anak-anak yang sedang sakit tersenyum bahagia bersama orang tua mereka, bahkan satu anak di antranya berjoget kecil saat diajak bercanda oleh Wagub Ones pahabol dan Istri. Tawa riang itu menjadi obat tambahan yang tak kalah penting dari resep dokter.
“Hal besar yang kita lakukan hari ini mungkin kecil di mata dunia, tapi besar di mata sorga,” ujar Ones di akhir kunjungannya.
Bagi Wagub Ones, dokter dan tenaga medis memang ahli dalam menangani sakit, tapi doa adalah obat yang tak kalah ampuh. “Yesus adalah Dokter sesungguhnya. Dia yang membentuk manusia, Dia yang sanggup menyembuhkan. Kehadiran kami di sini tidak mengisi sepenuhnya, tapi memberi sedikit semangat agar mereka tetap kuat.
Wagub Ones Pahabol juga menyampiakan terima kasih atas pelayanan yang di lakukan oleh para tenaga medis di Rumah Sakit Wamena dan mengajak semua pihak untuk melayani dengan hati.
“ Para tenaga medis, terima kasih atas pelayananya, layani mereka dengan baik seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Saling mengasihi, saling mengobati, karena yang menyembuhkan sejatinya adalah Tuhan. Kita hanya alat-Nya.” Ajak Ones Pahabol
Dokter Mia Rumateray mengaku terharu. “ Bapak dan Ibu menyapa satu per satu pasien, berdoa untuk mereka, masuk ke ruangan- ruangan, dari UGD, ruang umum, hingga bangsal anak. Ini benar-benar spontan, kami pun tidak tahu sebelumnya. Ini bentuk cinta dan rasa syukur beliau, membagikan kasih kepada pasien.
Ia berharap kunjungan ini membawa dampak positif yang lebih luas. “Pasien di sini datang dari delapan kabupaten Papua Pegunungan, tapi baru Kabupaten Nduga yang punya MOU dengan RSUD Wamena. Semoga tujuh kabupaten lainnya menyusul, demi pelayanan kesehatan yang lebih baik.” Harapnya
Ones menegaskan, kunjungan ini bukanlah inspeksi mendadak. “RSUD Wamena adalah milik Pemkab Jayawijaya, dan itu kewenangan Bupati dan Wakil Bupati. Kami datang hanya membawa doa dan sentuhan psikologis, supaya pasien tetap semangat dan beriman bahwa Yesus adalah penyembuh sejati.” Tutupnya
pagi ini, antara aroma antiseptik dan alat medis yang terpasang di tubuh para pasien, hadir kehangatan,doa dan sentuhan yang mampu menenangkan hati lewat kehadiran Wagub Ones pahabol dan Istri. Ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia yang sibuk, sering kali yang paling dibutuhkan oleh orang sakit bukan hanya obat, tetapi juga sentuhan kasih dan doa yang tulus. dan hari ini Wagub Ones pahabol dan Istri meninggalkan jejak harapan di hati para pasien dan juga tenaga medis yang tak akan mudah hilang. ( Redaksi Nl )





Apa komentar anda ?