JAYAPURA, NOKENLIVE.com– Ketua Tim Sukses Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Nomor Urut 1, Benhur Tommy Mano dan Costant Karma (BTM–CK), Eslie Suangburaro Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, mengungkapkan kekecewaannya atas keterlambatan pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi suara tingkat distrik.
Pleno yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (9/8/2025) pukul 11.00 WIT itu, hingga pukul 17.00 WIT belum juga dimulai.
Menurut Eslie, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat maupun tim pemenangan.
“Kami sudah berada di lokasi sejak pagi. Seharusnya pleno dimulai pukul 11 siang, tapi sampai sekarang sudah lewat jam lima sore belum juga ada tanda-tanda dimulai,” ujarnya.
Eslie menilai keterlambatan ini bukan sekadar persoalan teknis. Ia menduga ada kepentingan tertentu yang menyebabkan proses pleno berlarut-larut.
“Hal ini menjadi pertanyaan besar di masyarakat. Mengapa bisa seperti ini? Kami melihat seolah-olah Ketua PPD sengaja mengulur waktu. Kami menilai ada kepentingan di balik keterlambatan ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlambatan tersebut berpotensi memicu kecurigaan publik dan mengurangi kepercayaan terhadap proses rekapitulasi suara.
Baca juga: Data Real Count, BTM-CK Unggul 50,72 Persen di PSU Pilkada Papua
“Ini menjadi pertanyaan besar Mengapa bisa terjadi seperti ini? Karena kami melihat seolah-olah Ketua PPD sengaja mengulur waktu. Kami menilai ada kepentingan di balik keterlambatan ini,” pungkasnya. (Hubertus Gobai/Fredik)





Apa komentar anda ?