JAYAPURA, NOKENLIVE.com– Wirson Kayame, Mahasiswa Universitas Cenderawasih, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Program Studi Ilmu Pemerintahan angkatan 2023 ini berinisiatif membuka usaha roti bakar di Kotaraja, Kelurahan Vim, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.
Tak hanya membuka usaha roti bakar di Kotaraja, namun Wirson juga membuka cabangnya di wilayah Abepura. Usaha ini telah ditekuni Wirson sejak Juni 2024.
Saat ditemui jurnalis Nokenlive, Wirson terlihat asik membakar roti bakar pesanan orang. Harga roti bakar yang dijual sesuai dengan rasa seperti, stroberi, coklat, kacang dan berbagai rasa lainnya.
“Harga roti bakar ini berkisar 30.000,- dan roti bakar biasa, harganya 20.000,-. Dalam satu malam pendapatan bisa mencapai 500.000,- sampai 600.000,-,” jelasnya, Jumat (1/8/2025).
Awal Membuka Usaha Roti Bakar
Wirson menjelaskan bahwa sebelum membuka usaha roti bakar, ia melakukan pendekatan sekitar 5 bulan dengan para pengusaha roti bakar terlebih dahulu, lalu kemudian terinspirasi, karena dengan menjual roti bakar, pendapatan cukup untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, kuliah bukan penghalang untuk membuka usaha, tetapi kuliah menjadi bagian dari tugas untuk diselesaikan dan kewajiban sebagai mahasiswa sehari-hari.
“Saya kuliah biasanya pulang sore sekitar jam 16.00 WIT, sehingga bisa menjual roti bakar pada pukul 17.30 WIT atau pukul 18.00 WIT,” katanya.
Dia mengatakan, selama ini anak muda Papua sering berharap ke pemerintah untuk membantu mereka membuka usaha. Padahal hal ini membuang-buang waktu.

Wirson menambahkan, selama ini pemerintah tidak memberikan perhatian secara baik kepada para pemuda yang benar-benar berinisiatif membuka usaha.
“Walaupun kami bikin proposal usaha, di kantor sangat sulit untuk bertemu para pejabat pemerintah, karena di sana ada satpam, maka kami sering ditolak,” ucapnya.
Kata Wirson, tidak cukup hanya dua tempat roti bakar, tetapi kedepan ia berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, sehingga membantunya untuk membuka lagi cabang roti bakar di tempat lain yang ada di Jayapura.
“Beda jaug dengan orang yang sudah memiliki usaha dan orang yang tidak memiliki usaha. Ketika sudah memiliki usaha pasti selalu ada uang, tidak hanya uang, tetapi dengan ilmu usaha yang dimilikinya,” ujar Wirson.
“Saya mengajak anak muda Papua, untuk memulai menekuni usaha, baik usaha roti bakar seperti dirinya saat ini. Semoga mereka bisa terinspirasi untuk membuka usaha, walaupun tidak hanya roti bakar, tetapi usaha- usaha lainnya,” tutupnya. (Hubertus Gobai/Fredik)
Baca juga: Kisah Sukses Putra Asal Biak dari Tukang Ojek, Buruh Bangunan dan Penjual Koran





Apa komentar anda ?