ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Senin, Juni 29, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Bupati Puncak Elvis Tabuni Terima Apresiasi Khusus dari Menteri HAM RI Usai Laporkan Konflik Kemanusiaan Secara Langsung

Bupati Puncak Elvis Tabuni Terima Apresiasi Khusus dari Menteri HAM RI Usai Laporkan Konflik Kemanusiaan Secara Langsung

Oleh : Nokenlive
29 Juni 2026
Di Papua Tengah, Sosok
0
Bupati Puncak Elvis Tabuni Terima Apresiasi Khusus dari Menteri HAM RI Usai Laporkan Konflik Kemanusiaan Secara Langsung

Foto : Istimewa. Keterangan Foto : Foto Bersama Bupati Puncak Elvis Tabuni Bersama Menteri HAM RI Natalius Pigai.

JAKARTA, nokenlive.com – Bupati Puncak, Elvis Tabuni, mencatat sejarah sebagai kepala daerah tingkat kabupaten pertama di Indonesia yang secara resmi menyampaikan laporan mengenai konflik kemanusiaan di wilayahnya langsung kepada Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia sejak kementerian tersebut dibentuk.

Kunjungan kerja yang dilakukan bersama Ketua DPRK Kabupaten Puncak, Thomas Tabuni, beserta Panitia Khusus (Pansus) DPRK pada Juni 2026 menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya dalam penanganan persoalan kemanusiaan di daerah konflik.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Menteri HAM RI, Natalius Pigai, yang menilai keberanian Pemerintah Kabupaten Puncak sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepemimpinan dalam memperjuangkan keselamatan masyarakat sipil.

Respons terhadap Tragedi Kembru

Pelaporan resmi itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas eskalasi konflik bersenjata yang terjadi di Distrik Kembru (Kemburu) pada pertengahan April 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil dan memicu keprihatinan berbagai pihak.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Puncak menyerahkan data lapangan terkait dampak konflik, sekaligus meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kondisi kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut.

Selama ini, berbagai laporan mengenai dugaan pelanggaran HAM di daerah umumnya disampaikan oleh organisasi masyarakat sipil, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun Komnas HAM. Langkah yang diambil Elvis Tabuni dinilai menjadi preseden baru karena pemerintah daerah secara langsung menggunakan jalur konstitusional melalui Kementerian HAM.

Dinilai Berani dan Strategis

Langkah “jemput bola” ke Jakarta dinilai sebagai keputusan strategis di tengah situasi keamanan yang masih berlangsung di Kabupaten Puncak.

Selain menyampaikan laporan mengenai kondisi kemanusiaan, rombongan Pemerintah Kabupaten Puncak juga membawa aspirasi masyarakat terkait perlindungan warga sipil, pemulihan keamanan, serta percepatan pembangunan daerah.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk berkoordinasi dengan sejumlah kementerian guna memperoleh dukungan pembangunan dari pemerintah pusat, termasuk program bantuan perumahan dan percepatan pembangunan infrastruktur melalui pendanaan APBN.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRK tersebut dinilai menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan kemanusiaan sekaligus mendorong pembangunan di Kabupaten Puncak.

Mendorong Jalur Resmi Penyelesaian Konflik

Pemerintah Kabupaten Puncak memilih menyampaikan aspirasi masyarakat melalui mekanisme resmi pemerintah pusat sebagai upaya menghindari eskalasi konflik serta membuka ruang penyelesaian secara konstitusional.

Selain itu, koordinasi dengan Kementerian HAM diharapkan dapat memperkuat proses pengumpulan data lapangan yang lebih valid dan menjadi dasar bagi langkah-langkah lanjutan pemerintah dalam menangani persoalan kemanusiaan di daerah konflik.

Menteri HAM Berikan Apresiasi

Menteri HAM RI Natalius Pigai menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Puncak yang dinilai berani membawa langsung persoalan kemanusiaan ke tingkat pemerintah pusat.

Menurut Pigai, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan tanggung jawab untuk melindungi masyarakat di tengah situasi konflik.

Ia juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak, harus menjadi prioritas dalam setiap situasi konflik bersenjata sesuai prinsip-prinsip hukum humaniter.

Dorong Investigasi dan Pemulihan Sosial

Menindaklanjuti laporan yang diterima, Kementerian HAM menyatakan akan berkoordinasi dengan Komnas HAM guna mendorong proses investigasi terhadap peristiwa yang dilaporkan agar berlangsung secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Selain aspek penegakan HAM, kementerian juga menyatakan akan memantau kondisi pengungsi dan mendorong koordinasi lintas kementerian untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk bantuan logistik, layanan kesehatan, pemulihan psikologis anak-anak, serta jaminan keamanan bagi warga yang ingin kembali ke kampung halamannya.

Langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Puncak bersama DPRK diharapkan menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain dalam memanfaatkan jalur kelembagaan negara untuk menyampaikan persoalan kemanusiaan secara resmi, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam upaya perlindungan hak asasi manusia serta pemulihan kondisi masyarakat di wilayah konflik. (Redaksi DA)

Tags: Bupati Pucak Elvis TabuniJakartaKementerian HAM RIMenteri HAM RI Natalius PigaiPemerintah Kabupaten PuncakProvinsi Papua Tengah
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Bupati Yalimo Nahor Nekwek tegaskan fasilitas kredit percepat pembangunan daerah

Berita Selanjutnya

Bupati Nahor Nekwek: “Proses fasilitas kredit telah direncanakan sejak 2025”

Berita Terkait

Gubernur Meki Nawipa Puji Langkah Elvis Tabuni, 317 Anak Puncak Dikirim Kuliah Lewat Program Puncak Cerdas
Papua Tengah

Gubernur Meki Nawipa Puji Langkah Elvis Tabuni, 317 Anak Puncak Dikirim Kuliah Lewat Program Puncak Cerdas

Pemkab Puncak Gelar Pelepasan 317 Putra-Putri Puncak Lewat Program Beasiswa Puncak Cerdas 2026
Papua Tengah

Pemkab Puncak Gelar Pelepasan 317 Putra-Putri Puncak Lewat Program Beasiswa Puncak Cerdas 2026

Gelar Bimtek SIPD RI, Era Baru Pengelolaan Keuangan Papua Tengah, SIPD RI Berbasis SP2D Online Resmi Diterapkan
Papua Tengah

Gelar Bimtek SIPD RI, Era Baru Pengelolaan Keuangan Papua Tengah, SIPD RI Berbasis SP2D Online Resmi Diterapkan

Bupati Elvis Tabuni Ungkap Alasan Bantu Pembangunan 2 Gereja GKII di Nabire
Papua Tengah

Bupati Elvis Tabuni Ungkap Alasan Bantu Pembangunan 2 Gereja GKII di Nabire

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua