ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Senin, Juni 8, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Festival Biak Munara Wampasi Diwarnai Atraksi Budaya Biak Apen Beyeren, Jalan di Atas Batu Panas Tanpa Alas Kaki

Festival Biak Munara Wampasi Diwarnai Atraksi Budaya Biak Apen Beyeren, Jalan di Atas Batu Panas Tanpa Alas Kaki

Oleh : Nokenlive
2 Juli 2025
Di Budaya dan Pariwisata
0
Festival Biak Munara Wampasi Diwarnai Atraksi Budaya Biak Apen Beyeren, Jalan di Atas Batu Panas Tanpa Alas Kaki

Nampak pertunjukan Apen Beyeren yang dipertunjukkan dengan jalan di atas batu disela-sela kegiatan Festival Biak Munara Wampasi, Selasa (1/7/2025). Foto: Lisa

BIAK,NOKENLIVE.com- Festival Biak Munara Wampasi menampilkan atraksi budaya Biak, yakni Apen Beyeren atau jalan di atas batu panas tanpa alas kaki yang berlangsung di Sanggar Lanud Manuhua Biak Numfor, Papua, Selasa (1/7/2025) malam.Ratusan wisatawan dan masyarakat dibuat takjub dengan atraksi Apen Beyeren, dimana beberapa orang asli Biak berjalan di atas batu panas secara bergantian.

Kordinator Kegiatan atraksi Apen Beyeren, Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor Reinhard mengatakan, Atraksi Apen Beyeren dilakukan oleh tim dari Sanggar Tari Insoraki dari Kampung Wosnaibraidi Distrik Yawosi Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor.

Reinhard menambahkan, atraksi Apen Beyeren merupakan tradisi budaya Suku Biak. Tradisi yang dilakukan turun temurun ini hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu.

“Jadi kalau orang tua yang bisa lakukan atraksi Apen Beyeren, akan di turunkan lagi ke anaknya. Khusus untuk pawangnya ada Frans Rumbrapuk, bagian atraksi ada Yunus, dan lainnya yang masih keturunan dari keluarga itu,” jelasnya.

Persiapan api panas, untuk prosesi Apen Beyeren yang berlangsung disela-sela kegiatan Festival Biak Munara Wampasi yang berlangsung di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (1/7/2025) malam. Foto: Lisa

Dia menjelaskan, Apen Beyeren biasanya hanya dilakukan dalam acara tertentu, yaitu saat pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga perempuan membuat acara bakar batu, guna memberi makan dari pihak keluarga perempuan. Dimana sebelum memberikan makan, pihak keluarga laki-laki harus melewati batu yang panas tersebut.

Dengan begitu, jika tidak ada sesuatu atau persoalan yang mengganggu, pasti semua bisa berjalan dengan baik, mulus dengan seorang pawang yang diberikan kepercayaan mengurus jalannya prosesi adat tersebut.

Dilakukan Turun Temurun

“Apen” itu istilahnya adalah bakar batu. Atraksi ini sudah ada secara turun temurun dan hanya bisa dilakukan oleh orang tertentu, tidak srmua orang bisa lakukan aktrasi tersebut.

“Dengan melewati sesi adat tersebut dan hasilnya tidak ada masalah, maka hubungan kedua belah pihak keluarga, baik pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga perempuan akan semakin erat,” ujar Reinhard.

Kata Reinhard, untuk persiapannya dilakukan dalam kegiatan FBMW, khususnya aktraksi Apen Beyeren diserahkan semuanya kepada tim dari Sanggar Insoraki. Panitia hanya tahu terima bersih. Sebab, mereka tim yang lebih tahu jenis batu dan kayu apa yang bagus untuk bakar batu. Karena durasi bakar batu hanya 1 jam jika kayunya bagus.

“Kami (panitia) menghubungi pihak dari Sanggar Insoraki dari Distrik Yawosi, Kampung Wosnabraidi Biak Utara. kami komunikasi untuk mengetahui berapa pembinaannya, kita tinggal terima bersih. Jadi kayu dan batu semua disiapkan oleh tim sanggar,” ujarnya.

Atraksi berjalan di atas batu panas tanpa alas kaki yang ditunjukkan dalam budaya Apen Beyeren disela-sela kegiatan Festival Biak Munara Wampasi di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (1/7/2025) malam. Foto: Lisa

Sementara itu, Pawang Atraksi Apen Beyeren Frans Yakob Rumbrapuk mengaku ada ritual khusus yang dilakukan sebelum melakukan atraksi Apen Beyeren. Salah satunya pada awal dilakukan tarian Wor.

“Ta, 1 hari sebelum pentas, hingga hari H pun ada ritual khusus yang dilakukan untuk minta kekuatan dan juga cuaca yang baik. Pada saat awal pun ada tarian Wor yang disebut dou beba dan dou samabraf. Lanjutnya, tarian Wor itu artinya doa kepada Tuhan, agar diberikan kekuatan,” jelasnya.

Selain itu, kata Frans ada juga daun yang disiapkan, dalam bahasa Biak nama daun tersebut adalah daun sandia. Daun sandia di isi di tempat atau wadah seperti botol atau toples dan di isi air untuk di minum juga untuk membasuh kaki orang yang akan melakukan atraksi berjalan di atas batu panas.

Tidak hanya itu, walau sempat di guyur hujan, namun percaya tidak percaya, setiap atraksi Apen Beyeren dilakukan dipastikan tidak akan turun hujan. Sedangkan, untuk cuaca pun ada ritual khusus, agar diberikan cuaca yang baik.

“Ya ada, ada ritual khusus. Tadi sempat hujan tapi berhenti. Itu ada lihat bapa Frans tadi ada doa minta-minta cuaca baik,” ungkapnya. (Lisa/Fredik)

Tags: Apen BeyerenAtraksi Budaya Apen BeyerenDinas Pariwisata Biak NumforFESTIVAL MUNARA WAMPASIKabupaten Biak NumforPawang Atraksi Apen BeyerenProvinsi PapuaSuku Biak
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Wali Kota Jayapura Menghadiri Rapat Paripurna DPRD, Agendanya Mendengar LKPD Tahun Anggaran 2024 

Berita Selanjutnya

  Hadiri Hut Bhayangkara Ke-79 Tahun, Ini Pesan Gubernur Meki Nawipa yang Disampaikan Penjabat Sekda

Berita Terkait

Bincang Sagu di Harkitnas 2026, Yayasan Colo Sagu Nusantara Gaungkan Kebangkitan Pangan Lokal Papua
Budaya dan Pariwisata

Bincang Sagu di Harkitnas 2026, Yayasan Colo Sagu Nusantara Gaungkan Kebangkitan Pangan Lokal Papua

Pelaku Wisata Lokal Jayapura Digembleng, Siap Ciptakan Destinasi Kampung yang Menarik Wisatawan
Budaya dan Pariwisata

Pelaku Wisata Lokal Jayapura Digembleng, Siap Ciptakan Destinasi Kampung yang Menarik Wisatawan

Lulus 100 Persen, 6 Siswa SNK Pariwisata Papua Langsung Tembus Dunia Kerja
Budaya dan Pariwisata

Lulus 100 Persen, 6 Siswa SNK Pariwisata Papua Langsung Tembus Dunia Kerja

Wagub : Sagu Bukan Sekadar Pangan, Tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Papua
Budaya dan Pariwisata

Wagub : Sagu Bukan Sekadar Pangan, Tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Papua

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua