JAYAPURA, NOKENLIVE.com — Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata Kota Jayapura menggelar pelatihan tata kelola objek wisata berbasis masyarakat lokal tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, didampingi Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard Nahumury, di Jayapura Selatan, Selasa (19/5/2026).
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Wali Kota Jayapura kepada perwakilan peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengapresiasi terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha wisata lokal dalam mengelola destinasi wisata secara profesional.
Menurutnya, melalui pelatihan tersebut para pelaku usaha objek wisata dapat meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta kapabilitas dalam mengelola tempat wisata secara baik dan benar di Kota Jayapura.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard Nahumury, menjelaskan bahwa pelatihan tata kelola objek wisata ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pelaku usaha wisata lokal di Kota Jayapura.
“Pelatihan tata kelola objek wisata ini dalam rangka meningkatkan kapasitas juga kapabilitas dari pelaku usaha objek wisata lokal di Kota Jayapura,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengelola objek wisata secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami juga mendorong partisipasi masyarakat lokal untuk mengelola pariwisata di Kota Jayapura,” terangnya.
Nahumury menambahkan, melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat tercipta destinasi wisata yang berkelanjutan, aman, bersih, dan menarik bagi wisatawan.
“Kemudian lewat pelatihan ini, akan menciptakan wisata yang berkelanjutan, aman, bersih dan menarik,” ucapnya.
Tidak hanya itu, sektor pariwisata juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kreatif seperti seni pertunjukan, UMKM, hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Menurut Nahumury, pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan pengelola wisata kampung yang kreatif dan profesional sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan ke berbagai kampung di Kota Jayapura.

“Pelatihan ini membuat pelaku usaha objek wisata punya kemampuan mengelola objek wisata yang dapat menarik para wisatawan ke tiap kampung yang ada di Kota Jayapura,” cetusnya.
Adapun peserta pelatihan berasal dari 14 kampung di Kota Jayapura dengan jumlah sebanyak 25 orang. Mereka terdiri dari pelaku usaha objek wisata, pelaku UMKM, serta pengelola objek wisata lokal di kampung-kampung.
Kegiatan pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?