JAYAPURA,Nokenlive.com- Menjelang Hari Bhayangkara Ke-79, Polresta Jayapura Kota kolaborasi bersama Yayasan Colo Sagu Nusantara menggelar kegiatan Festival Colo Sagu selama tiga hari sejak Kamis (26/6/2025) sampai dengan Sabtu (28/6/2025) di Pantai Wisata Hnensauw dibawah Jembatan Merah Youtefa, Kota Jayapura, Papua.
Festival Colo Sagu yang diselenggarakan selama tiga hari ini mengangkat tema “Potensi Pangan Lokal Menuju Kemandirian” kolaborasi dengan tema Hari Bhayangkara Ke-79 “Polri untuk Masyarakat”.
Kapolresta Jayapura Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, pihaknya sengaja bekerjasama dengan Yayasan Colo Sagu Nusantara sesuai dengan tema Hari Bhayangkara tahun ini, yaitu Polri untuk Masyarakat.
Untuk itu, bersama Colo Sagu pihaknya hendak membangkitkan identitas dan kekuatan pangan lokal di bumi cenderawasih, dimana tujuannya adalah untuk masyarakat asli Papua.
”Sagu merupakan makanan khas dan identitas masyarakat Papua, sagu harus mampu naik ke panggung utama dan harus dapat berkelanjutan dengan menjadi solusi pangan masa depan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Nokenlive.com, Kamis (26/6/2025) pagi.

Dalam Festival Colo Sagu ini, pihaknya menyuguhkan berbagai kegiatan interaktif dan edukatif, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para user Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menyajikan olahan pangan sagu, mulai dari yang original atau tradisional hingga olahan modern.
”Disana masyarakat bisa mendalami dunia sagu, melalui demi masak inovatif dengan menampilkan olahan sagu yang dimulai dari resep tradisional turun-temurun, hingga sentuhan modern sesuai zaman masa kini,” ujarFredrickus yang juga Founder Colo Sagu tersebut.
Kapolresta Fredrickus berharap, melalui Festival Colo Sagu ini, bersama jadikan sagu sebagai bintang di meja makan kontemporer.
“Kiranya tujuan dan harapan festival ini, yakni dapat menampilkan potensi ekonomi dari sagu dan bisa menginspirasi banyak orang untuk mengkonsumsi sagu dan terjun langsung untuk budidaya serta pengembangannya,” katanya.
Festival Colo Sagu ini akan dihibur live performace oleh Edgar Aronggear, Epo D’Fenomena, Nanji Yoseph Raparty.
Selain itu, ada bincang-bincang sagu tentang “Potensi Pangan Lokal Menuju Kemandirian dengan menghadirkan Pengiat Pangan Lokal, Chef Charles Toto, Penjaga Hutan Perempuan, Petronella Merauje, Ketua Numbay Creative Forum, Epo Urbinas dan Peneliti Sagu dari Universitas Papua, Jonathan Numberi. (Melviandres Pamanggorin/Fredik).





Apa komentar anda ?