ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Selasa, Maret 17, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » 4 Bulan Pasca Kunker Stafsus Menhan RI ke Nabire, Utang Babi Seharga Rp70 Juta Belum Dibayarkan, Kelompok Ternak Minta LMA dan Lenis Kogoya Bertanggung Jawab

4 Bulan Pasca Kunker Stafsus Menhan RI ke Nabire, Utang Babi Seharga Rp70 Juta Belum Dibayarkan, Kelompok Ternak Minta LMA dan Lenis Kogoya Bertanggung Jawab

Oleh : Nokenlive
26 Juni 2025
Di Papua Tengah
0
4 Bulan Pasca Kunker Stafsus Menhan RI ke Nabire, Utang Babi Seharga Rp70 Juta Belum Dibayarkan, Kelompok Ternak Minta LMA dan Lenis Kogoya Bertanggung Jawab

Staf Khusus Menteri Pertahanan (Stafsus Menhan) RI Lenis Kogoya, saat melakukan kunjungan ke salah satu sekolah dalam rangka sosialisasi MBG di Kabupaten Nabire pada bulan Maret 2025 lalu. Foto: Humas Stafsus Lenis Kogoya

NABIRE,Nokenlive.com- Kunjungan kerja Staf Khusus Kementerian Pertahanan (Stafsus Kemenhan) RI Lenis Kogoya ke Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada bulan Maret 2025 lalu dalam rangka sosialisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) justru meninggalkan utang Rp70 juta rupiah ke salah satu kelompok usaha ternak babi.

Ketua Kelompok Usaha Ternak Babi, Alfonsina Mori mengaku sangat kecewa, sehingga meminta Staf Khusus Kemenhan Lenis Kogoya yang juga sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA), agar segera bertanggung jawab terhadap utang tersebut.

Pasalnya, untuk mendukung acara tersebut, pengurus LMA Provinsi Papua Tengah dan LMA Kabupaten Nabire sebagai koordinator kegiatan mendatangi dirinya dan membawa beberapa ekor babi miliknya dengan total harga Rp70 juta rupiah dan sewa mobil pick up dengan janji akan dibayarkan usai kegiatan tersebut.

“Utang mobil pick up di pakai selama 4 hari, dan bawa 4 ekor babi. 2 babi berukuran besar dengan harga Rp25 juta rupiah, 2 babi berukuran sedang harganya Rp10 juta rupiah. Jadi 4 ekor babi semua harganya Rp70 juta rupiah, Itu pun sudah di sepakati dulu baru datang angkat babi itu,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (24/6/2025).

Alfonsina mengatakan, dua hari usai kegiatan tersebut dia menghubungi pengurus LMA Kabupaten Nabire, Karel Misiro untuk menanyakan pembayaran 4 ekor babi dan sewa mobil yang digunakan selama 4 hari, namun mereka berjanji akan dibayarkan setelah Stafsus Menhan Lenis Kogoya tiba di Jakarta.

“Karena jawaban mereka sepertu itu, jadi kami percaya dan menunggu kurang lebih 1 minggu. Setelah itu, saya telepon tanya lagi dan mereka bilang tunggu, pak Lenis sekarang di Jayapura, jadi tunggu dari Jayapura beliau ke Jakarta baru dibayarkan. Tenang saja uang ada, pasti dibayarkan,” jelasnya meniru penjelasan mereka.

Kata dia, janji tinggal janji, semakin lama dirinya menunggu, semakin tidak jelas arahannya, sehingga Alfonsina mengaku tidak percaya dan mengambil langkah dengan tempuh jalur hukum, yaitu melaporkan masalah tersebut ke pihak kepolisian, agar semua pihak, baik pengurus LMA Provinsi Papua Tengah dan LMA Kabupaten Nabire semuanya dipertemukan.

“Kami lapor ke polisi dan bicara di sana, namun 4 kali urusan di kepolisian Nabire hal yang sama terjadi, masalah itu tidak dapat diselesaikan. Mereka janji lagi, ketua LMA Kabupaten Nabire sampaikan kalau proposal sudah masuk ke gubernur, tapi gubernur lagi di Jakarta. Entah betul atau tidak, itu yang mereka sampaikan ke saya. Kami tunggu lagi, tetapi sampai hari ini tidak ada penyelesaian,” ucap Alfonsina.

LMA Se-Provinsi Papua Tengah, saat bersama Stafsus Lenis Kogoya disela-sela sosialisasi MBG yang berlangsung di Kabupaten Nabire, Papua Tengah bulan Maret 2025 lalu. Foto: Lisa

Sebagai masyarakat, Alfonsina mengungkapkan kekecewaannya kepada LMA, dimana seharusnya tidak merugikan masyarakat. Kegiatan besar yang merupakan agenda negara, program prioritas Presiden RI, yaitu sosialisasi MBG di Nabire, ternyata menyisakan utang besar di masyarakat.

“Tidak mungkin kalau tidak ada uang, ini kunjungan dalam rangka sosialisasi MBG di beberapa daerah, termasuk Nabire. Ini  agenda negara. Lenis kogoya sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Republik Indonesia,” katanya dengan nada kecewa.

Alfonsina berharap, masalah ini dapat diselesaikan, Staf Khusus Kemenhan RI, Lenis Kogoya yang juga sebagai ketua LMA di pusat harus segera turun tangan dan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya.

“Sudah lama kami menunggu, dari bulan Maret pak Lenis kunker di Nabire itu. Pengurus LMA kabupaten, yang menjadi koordinator kegiatan tersebut hanya janji-janji terus, jadi kami minta pak Lenis bijak melihat masalah ini. Tolong diselesaikan masalah yang ditinggalkan saat kunker ke Nabire. Ini ternak kelompok usaha rakyat kecil, harus di bayar,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Staf Khusus Menhan RI, Lenis Kogoya melakukan kunker ke Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Selasa (11/3/2025).

Kunker ini dalam rangka memberikan sosialisasi terkait manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah di ibu kota Provinsi Papua Tengah itu.

Lenis Kogoya mengatakan, program MBG yang dicanangkan pemerintah pusat sangat bermanfaat bagi anak-anak sekolah, khususnya di Provinsi Papua tengah.

Kunker Stafsus Menhan ke Nabire, Papua Tengah ini justru meninggalkan utang senilai Rp70 juta rupiah kepada Kelompok Usaha Ternak Babi di Kabupaten Nabire. (Lisa/Fredik).

Tags: #MBGKelompok Ternak BabiKunjungan kerjaLembaga Masyarakat AdatLenis KogoyaLMA NabireLMA Papua TengahMenhanMenteri PertahananSosialisasi Makan Bergizi GratisStaf KhususStafsus
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Festival Colo Sagu: Tampilkan Olahan Tradisional Hingga Sentuhan Modern Masa Kini

Berita Selanjutnya

Transparan Dalam Penggunaan Dana Desa, Wali Kota Jayapura Memberikan Apresiasi ke Kepala Kampung Waena

Berita Terkait

Persipuncak Cartenz Melaju ke Final Liga 4 Papua Tengah, Manajer Keril Tabuni Bidik Promosi ke Liga 3
Nasional

Persipuncak Cartenz Melaju ke Final Liga 4 Papua Tengah, Manajer Keril Tabuni Bidik Promosi ke Liga 3

Bupati Elvis Tabuni Terbang ke Timika, Dukung Langsung Persipuncak Cartenz Hadapi Persido Dogiyai
Nasional

Bupati Elvis Tabuni Terbang ke Timika, Dukung Langsung Persipuncak Cartenz Hadapi Persido Dogiyai

Persipuncak Cartenz Tembus Grand Final Liga 4 Papua Tengah, Bupati Elvis Tabuni Yakin Piala Akan Pulang ke Ilaga
Nasional

Persipuncak Cartenz Tembus Grand Final Liga 4 Papua Tengah, Bupati Elvis Tabuni Yakin Piala Akan Pulang ke Ilaga

Persipuncak Cartenz Amankan Tiket Grand Final Liga 4 Papua Tengah Usai Tundukkan Persido Dogiyai 2-1
Nasional

Persipuncak Cartenz Amankan Tiket Grand Final Liga 4 Papua Tengah Usai Tundukkan Persido Dogiyai 2-1

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua