Jayapura, Nokenlive.com – Pemilik Akun Facebook Pexy Demetouw memintah maaf kepada Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, dan 11 Ondoafi, atas postingannya yang menjadi kecaman Walikota Jayapura.
Selain itu, ia juga meminta maaf kepada Wali Kota Jayapura dan Masyarakat Port Numbay Kota Jayapura.
“Saya atas nama Pexy Demetouw menyatakan permohonan maaf atas status ataupun tulisan yang saya buat di media sosial FB saya, yang isinya menyangkut kegiatan Festival Teluk Humboldt, dimana saya menyatakan dengan kalimat “ini adalah pembohongan budaya” yang sebenarnya ini adalah judul satu kegiatan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Jayapura, dengan melibatkan 11 kampung Ondoafi di Port Numbay,”kata pria kelahiran 1983 ini.
Ia juga menyatakan menyesali perbuatan yang dilakukan sehingga mengusik suksesnya penyelenggaraan Festival Teluk Humboldt yang telah berjalan berjalan dengan lancar dan sukses.
Dirinya berjanji kedepan tidak akan mengulanginya lagi dan lebih berhati-hati dan lebih bijak untuk membuat status untuk mengangkat nilai-nilai budaya bagi kota tercinta Port Numbay.
“Permohonan maaf saya atas kesalahan ini, pertama kepada Wali Kota Jayapura, bapak Benhur Tommy Mano, permohonan maaf saya yang kedua kepada ketua lembaga masyarakat adat Port Numbay, permohonan saya yang ketiga kepada 14 ondoafi yang mendiami kota port numbay, dan selanjutnya permohonan maaf selanjutnya kepada penduduk asli yang mendiami kota Port Numbay,” tutur pria pemerhati lingkungan.
Selain itu, permohonan maaf juga disampaikan kepada seluruh pengguna media sosial yang tidak berkenaan dengan tulisan diakun facebooknya.
“Dan juga saya mohon maaf pengguna facebook dan sudah mendengarkan dan melukai atau yang tidak senang dengan tulisan saya dengan nama Tuhan saya minta maaf,”tambahnya.
Status akun facebook Pexy Demetouw pada 8 agustus 2018, menjadi sorotan Wali Kota Jayapura dan tokoh adat serta masyarakat Port Numbay yang menyinggung pelaksanaan festival Teluk Humboldt tahun 2018 diarea pantai Hamadi dan ring road dengan kalimat “Pembohongan Budaya”. (Uya)





Apa komentar anda ?