Wamena, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, melarang pengembangan padi jenis Gogo di seluruh lahan pertanian sebab dinilai berpotensi menyingkirkan pangan lokal seperti umbi jalar, umbi kayu dan talas.
Kepala Seksi Sarana Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Marinus Kosay di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis, mengatakan pangan lokal seperti umbi-umbian sudah dibudidayakan secara turun-temurun dengan cara tradisional sehingga harus dilestarikan.
Oleh karena itu, padi Gogo dilarang pengembangannya sebab jika dibudidayakan di Jayawijaya maka lahan umbi-imbian akan dialih fungsikan menjadi lahan persawahan, apalagi padi gogo adalah tanaman yang tumbuh di lahan kering.
“Memang ada jenis padi gogo yang bisa ditanam di lahan kering, tapi di sini (Jayawijaya) kita larang, karena padi tersebut yang dapat menyebabkan alih fungsi lahan,” katanya.
Kini, beberapa petani di Jayawijaya telah mendapat pendampingan untuk mengembangkan lahan persawahan namun tidak untuk padi jenis gogo.
Tanaman padi yang dikembangkan juga dipastikan tidak akan menyingkirkan tanaman lokal seperti umbi jalar, sebab jenis padi yang dikembangkan itu membutuhkan daerah berair yang tidak mungkin dijadikan lahan perkebunan umbi.
Marinus mengatakan memang ada beberapa pihak seperti akademisi dan LSM yang mengkhawatirkan ancaman keberadaan petani sawah di Jayawijaya terhadap pangan lokal.
“Saya akan bantah jika ada yang mengatakan pembukaan lahan sawah (untuk padi jenis lain selain gogo) akan menyebabkan alih fungsi lahan. Jangan merusak program (pembinaan bagi petani padi) yang kita bangun dengan bahasa seperti itu,” katanya. (NL3)





Apa komentar anda ?