Jayapura, Nokenlive.com
Rumpun pelajar mahasiswa Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo dan Wanggar (RPM SIMAPITOWA) melakukan jumpa pers bertempat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua terkait kasus penembakan yang terjadi pada 21 Januari 2023 di distrik Mapia Timur, kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
Jumpa pres RPM SIMAPITOWA didamping Direktur LBH Papua Emanuel Gobai itu berlangusng pada hari ini Sabtu (4/3/2023).
Penembakan yang diduga dilakukan oknum anggota Polisi itu menewakan seorang warga kabupaten Dogiai bernama Yulianus Tebai (30) serta melukai sejumlah warga lainnya.
Direktur LBH Papua, Emanuel Gobai bersama badang pengurus mahasiswa RPMP SIMAPITOWA menyampaikan beberapa hal terkait dengan kasus penembakan terhadap Yulianus Tebai, Pincen Dogomo, Alfons Kegiye dan Thomas Dogomo di Mapia kabupaten Dogiyai.
Direktur LBH Papua Emanuel Gobai menyatakan bahwa, Polda Papua dan Komnas HAM RI segera turun ivestigasi atas kasus penembakan terhadap Yulianus Tebai, serta sejumlah warga lainnya.
“Yang perlu kita ketahui bahwa peristiwa terjadi pada 21 Januari 2023 lalu dan sebuah trek yang turun dari Paniai ditumpangi oleh anggota Polres Paniai dijalan trans Paniai Nabire tempatnya di Mapia sempat melakukan penembakan ke udara,” jelasn Emanuel Gobai.
Dari peristiwa itu, lanjut Emanuel Gobai memicu amarah dari masyarakat Mapia karena tampa ada persoalan apapun.
“Kemudian peristiwa itu berkembang dan mengejar truk tersebut tetapi masyarakat tidak mendapatkan truk tersebut karena suda terlanjut ke arah Nabire,” kata Emanuel Gobai.
Lanjut Emanuel Gobai, selanjutnya warga itu balik, dan bertemu dengan satu truk yang berbeda kemudian terjadi cekcok dan pada saat itu datang anggota polisi dari Polres Dogiyai ke TKP.
“Kemudian terjadi penyalahgunaan senjata api yang berdampak pada luka-luka dan juga meninggal masyarakat sipil yang ada disitu dan yang meninggal adalah Yulianus Tebai, sementara yang alami luka-luka sala satunya adalan Vincen Dogomo tetapi, vincen Dogomo ini tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada 19 Februari 2023 setelah sempat dirawat di rumah sakit,” ucapnya.
Atas peristiwa tersebut, 3 orang oknum anggota Polres Paniai sudah diamankan di Polres Nabire dan suda dilakukan pemeriksaan.
“Sementara 3 orang oknum anggota Polisi Polres Dogiai yang diduga melakukan penembakan sampai saat ini belum tangkap dan belum diperiksa,” ungkap ungkap Emanuel Gobai.
Atas peristiwa penyalagunaan senjata api yang menewaskan Yulianus Tebai dan Vincen Dogomo serta melukai sejumlah warga lainnya, pihaknya mendesak kepada Komnas HAM RI segerah membentuk tim investigasi atas kasus penembakan warga sipil di Mapia.
Selian mendesak Komnas Ham RI, pihaknya juga mendesak Polda Papua, DPR Papua segera membentuk tim independen untuk mengungkap klonologis penembakan yang sebenarnya.
Peritiwa penembakan itu bermula ketika sejumlah truk dari Paniai menuju Nabire melewati kabupaten Dogiai.
Sesampainya disalah satu kampung di distrik Mapia, kabupaten Dogiai truk itu di palak sejumlah oknum warga yang diduga dipengaruhi minumas keras (miras). Akibatnya terjadi keributan berimbas penembakan kepada seorang warga yang bernama Yulianus Tebai (30) meningal di TKP serta melukai sejumlah warga lainnya.(TIMOTIUS BOMA)





Apa komentar anda ?