Manokwari, Nokenlive.com
Ratusan mahasiswa asal kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan dari tiga kota studi masing masing Manokwari, Biak Numfor dan Manado mendesak pemerintah kabupaten Yalimo, melalui Bagian Kesejahteraan (Kesra) segerah mencairkan dana bantuan study mahasiswa.
Desakan pencairan dana bantuan studi itu disampaikan mahasiswa Yalimo adanya pernyataan tegas Kabag Kesejateraan (Kesra) kabupaten Yalimo tidak akan mencairkan dana bantuan study mahasiwa ditiga kota study karena tidak melengkapi berkas peryaratan yang diminta.
Adapun persyaratan yang diminta yaitu buku rekening aktif, KTP, KHS, KRS, serta surat aktif kuliah dari kampus masing -masing.
Dewan Penasihat Organisasi HMKY kota study Manokwari, Yunus Aliknoe mengatakan, bahwa secara resmi sudah menyerahkan data base mahasiswa di Manokwari, Selasa 29 November 2022 lalu .
“Sudah diserahkan ditengah-tengah mahasiswa Yalimo disertai dengan penandatanganan berita acara dari tiga pengurus Korwil yaitu, Manokwari, Biak Numfor dan Sorong sehingga kami berharap bahwa itu sudah secara resmi,” jelas Yunus Aliknoe melalui pesan whatsapp kepada wartawan nokenlive.com, Selasa (20/12/2022).
Yunus Aliknoe menjelaskan, tahun sebelumnya, 2021 – 2018 dan 2017 bantuan beasiswa menyaluranya melalui rekening Korwil, tetapi tidak ada masalah dalam pembagian kesetiap mahasiswa.
Namun, kata Yunus Aliknoe mulai tahun 2019 pemerintah mengambil kebijakan lain akhirnya sebagian besar mahasiswa Yalimo menjadi korban hanya karena dalam pengambilan data tidak terorganisir baik termasuk mahasiswa di Manokwari.
“Maka dengan pengalaman itu kami mahasiswa 3 Korwil sepakat direkening Korwil dan menolak rek masing masing ,” tegasnya .
Yunus Aliknoe menjelaskan, mahasiswa 3 Korwil tidak sepakat dengan kebijakan Kabag Kesra Pemda Yalimo yang menyatakan untuk mahasiswa Yalimo yang ada ditiga kota studi yaitu Manokwari dan Biak, 100 persen tidak dapat. Sementara untuk Manado, 99,99.
“Kami mahasiswa 3 Korwil punya kebutuhan yang sama. Hanya karena bedah pengumpulan data base sehingga kami 3 Korwil berharap Pemda harus cairkan berdasarkan dengan data base dan rekening Korwil yang sudah diserahkan kepada tim yang dibentuk oleh Bidang Kesra,” ungkap Yunus Aliknoe.
Dengan adanya kebijakan, Yunus Aliknoe mengatakan mahasiswa Yalimo 3 kota studi berpendapat akan terjadi sama seperti tahun 2019 lalu.
“Oleh karena itu kami berharap pemda Yalimo segera cairkan danah bantuan beasiswa kepada 3 Korwil melalui rekening Korwil yang sudah berikan kepada pemerintah Yalimo dalam hal Bidang Kesra,” jelas Yunus Aliknoe.
Keluarkan pernyataan sikap kami
Dengan adanya permasalahan bantuan dana kota study, mahasiswa mengeluarkan pernyataan sikap, yaitu, pertama jika pemerintah Yalimo melalui Bidang Kesra tidak segerah cairkan bantuan studi melalui rekening Korwil masing masing maka sekitar 400 ratus mahasiswa Yalimo se Indonesia akan menduduki Yalimo ibukota Elelim.
Kedua, mahasiswa 3 Korwil Biak Numfor, Manokwari dan Menado akan meduduki ibu kota kabupaten Yalimo dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun langsung Yalimo untuk audit keuangan pembagian beasiswa tahun 2022 dan audit keuangan beasiswa tahun 2019 oleh pemerintah.(ARNI HISAGE)





Apa komentar anda ?